<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PELATIHAN JTTC UGM</title>
	<atom:link href="http://jttcugm.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jttcugm.wordpress.com</link>
	<description>Pelatihan, Pelatihan SDM, Pelatihan Bisnis dan Usaha, Pelatihan Pariwisata, Outbound Training, Pusat Pengembangan SDM Pariwisata, Konsultan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Jan 2012 07:51:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jttcugm.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PELATIHAN JTTC UGM</title>
		<link>http://jttcugm.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jttcugm.wordpress.com/osd.xml" title="PELATIHAN JTTC UGM" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jttcugm.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pemerintah Kota Yogyakarta berikan insentif kepada 10 pemilik Bangunan Cagar budaya dan Bangunan Warisan Budaya</title>
		<link>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/06/pemerintah-kota-yogyakarta-berikan-insentif-kepada-10-pemilik-bangunan-cagar-budaya-dan-bangunan-warisan-budaya/</link>
		<comments>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/06/pemerintah-kota-yogyakarta-berikan-insentif-kepada-10-pemilik-bangunan-cagar-budaya-dan-bangunan-warisan-budaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 06:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jttcugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jttcugm.wordpress.com/?p=1605</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Peraturan Walikota Yogyakarta nomor 22 tahun 2010 tentang pedoman perhitungan pemberian insentif pajak bumi dan bangunan kepada bangunan cagar budaya dan bangunan warisan budaya akhirnya memutus kan memberikan insentif pajak bumi dan bangunan kepada 300 bangunan cagar budaya ,maupun bangunan warisan budaya. Stasiun Tugu Total nilai insentif pajak yang diberikan mencapai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1605&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Peraturan Walikota Yogyakarta nomor 22 tahun 2010 tentang pedoman perhitungan pemberian insentif pajak bumi dan bangunan kepada bangunan cagar budaya dan bangunan warisan budaya akhirnya memutus kan memberikan insentif pajak bumi dan bangunan kepada 300 bangunan cagar budaya ,maupun bangunan warisan budaya.<span id="more-1605"></span></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://jttcugm.files.wordpress.com/2011/01/stasiun-tugu.jpg"><img class="size-medium wp-image-1606" title="Stasiun Tugu" src="http://jttcugm.files.wordpress.com/2011/01/stasiun-tugu.jpg?w=300&#038;h=199" alt="Stasiun Tugu" width="300" height="199" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Stasiun Tugu</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Total nilai insentif pajak yang diberikan mencapai Rp. 292.412.000,-. Untuk insentif pajak terbesar diterima oleh Bangunan Stasiun KA Tugu Yogyakarta dengan nilai insentif sebesar Rp. 36. 298.000,-. Pemberian insentif ini merupakan implementasi dari komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta dalam melestarikan bangunan cagar budaya atau bangunan warisan budaya yang ada di Yogyakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Insentif pajak diterimakan secara langsung kepada pemilik bangunan, untuk hari ini simbolis disampaikan kepada 10 pemilik bangunan dengan nilai insentif terbesar sedangkan sisa 290 pemilik bangunan telah diundang untuk menerima insentif mulai besok pagi sampai tanggal 20 desember 2010, namun jika setelah tanggal 20 desember mereka tidak mengambil insentif tersebut maka insentif akan dikembalikan kepada kas negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : http://pariwisata.jogja.go.id/index/extra.detail/2192<br />
Doc. Source : http://dijogja.files.wordpress.com/2009/08/dsc_15082.jpg</p>
<br />Filed under: <a href='http://jttcugm.wordpress.com/category/wisata-jogja/'>Wisata Jogja</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jttcugm.wordpress.com/1605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jttcugm.wordpress.com/1605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jttcugm.wordpress.com/1605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jttcugm.wordpress.com/1605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jttcugm.wordpress.com/1605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jttcugm.wordpress.com/1605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jttcugm.wordpress.com/1605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jttcugm.wordpress.com/1605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jttcugm.wordpress.com/1605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jttcugm.wordpress.com/1605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jttcugm.wordpress.com/1605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jttcugm.wordpress.com/1605/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jttcugm.wordpress.com/1605/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jttcugm.wordpress.com/1605/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1605&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/06/pemerintah-kota-yogyakarta-berikan-insentif-kepada-10-pemilik-bangunan-cagar-budaya-dan-bangunan-warisan-budaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b9aab71f21956ef471dfef5cb66d7f1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">jttcugm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jttcugm.files.wordpress.com/2011/01/stasiun-tugu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Stasiun Tugu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Butik Semakin Menggelitik</title>
		<link>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/06/butik-semakin-menggelitik/</link>
		<comments>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/06/butik-semakin-menggelitik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 04:26:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jttcugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata Jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jttcugm.wordpress.com/?p=1600</guid>
		<description><![CDATA[Sama dengan Jakarta, Bandung, atau kota-kota besar lainnya, butik di Yogyakarta kian menjamur. Butik-butik di kota kental tradisi itu pun menjawab selera fesyen masyarakatnya yang juga tak mau jauh dari “up to date”.   Butik Batik Ajining raga gumantung saka busana. Selarik petuah Jawa ini pada intinya mengajak kita untuk baik-baik dalam berbusana. Kita akan dihargai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1600&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sama dengan Jakarta, Bandung, atau kota-kota besar lainnya, butik di Yogyakarta kian menjamur. Butik-butik di kota kental tradisi itu pun menjawab selera fesyen masyarakatnya yang juga tak mau jauh dari “up to date”.   <span id="more-1600"></span></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://jttcugm.files.wordpress.com/2011/01/butik-batik.jpg"><img class="size-medium wp-image-1601" title="Butik Batik" src="http://jttcugm.files.wordpress.com/2011/01/butik-batik.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Butik Batik" width="300" height="225" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Butik Batik</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Ajining raga gumantung saka busana. Selarik petuah Jawa ini pada intinya mengajak kita untuk baik-baik dalam berbusana. Kita akan dihargai dan dihormati karena pakaian yang kita kenakan. Memang sudah sejak dulu orang Jawa mementingkan persoalan busana.<br />
Di zaman sekarang, berbusana tetap dan bahkan semakin menjadi perhatian setiap orang. Selera masyarakat dalam berbusana juga kian mekar. Tidak saja untuk tetap terlihat baik, pantas, lagi menarik, tapi juga sekaligus mengekor perkembangan zaman melalui model pakaian. Ya, berbusana modern, kata kuncinya.<br />
Karena itu, masyarakat masa kini mengenal istilah “mode”, yang setiap waktu bisa berganti dan berubah-ubah. Lalu seperti berlomba-lomba, orang berbenah diri dengan pakaian yang dikenakan. Mereka yang menyebut diri desainer pun senantiasa berupaya mengkreasi busana sebaik mungkin dan tak ketinggalan zaman. Mereka yang berjiwa bisnis dan memiliki modal juga tak enggan mengambil peluang usaha berjualan pakaian dengan cara yang berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Yogyakarta, kota yang penuh dengan anak muda dan mereka yang tak lagi muda namun berjiwa muda, perkembangan dunia fesyen atau busananya sangat dinamis. Sama halnya masyarakat di kota-kota besar lainnya, mereka pun sangat perhatian dengan penampilan diri, dengan gaya berbusana yang mencerminkan “manusia masa kini”. Selera fesyen yang berbeda-beda dan ingin selalu tampak up to date, lalu mengundang bermunculannya pasar-pasar baru di dunia fesyen.<br />
Department store, factory outlet, butik hingga distro, adalah konsep-konsep yang banyak dituju untuk memenuhi kebutuhan akan fesyen. Dan adalah butik, sebuah konsep terkini di mana orang bisa menemukan kebutuhannya akan pakaian. Butik memang bukan lagi menjadi isu dan barang baru pada masyarakat kita. Namun, apa yang ada di butik, pastilah barang-barang baru dari sisi modenya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi beberapa orang, fenomena masyarakat yang selalu ingin up to date dalam berbusana, menjadi peluang usaha tersendiri. Membuka butik pun menjadi peluang yang menjanjikan. Selain peluang pasar yang terbuka lebar, membuka butik pun dipilih karena pengelolaanya yang mudah dan tak terlalu banyak menuntut modal.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : http://www.kabaremagazine.com/kabar_detail.php?idUt=46&amp;bl=12&amp;th=2010<br />
Doc. Source : http://1.bp.blogspot.com/_pCxfWIjO_8Y/TKxG8roJ0eI/AAAAAAAAAFY/oQisg3NEP1I/s1600/CIMG1369.JPG</p>
<br />Filed under: <a href='http://jttcugm.wordpress.com/category/wisata-jogja/'>Wisata Jogja</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jttcugm.wordpress.com/1600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jttcugm.wordpress.com/1600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jttcugm.wordpress.com/1600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jttcugm.wordpress.com/1600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jttcugm.wordpress.com/1600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jttcugm.wordpress.com/1600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jttcugm.wordpress.com/1600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jttcugm.wordpress.com/1600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jttcugm.wordpress.com/1600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jttcugm.wordpress.com/1600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jttcugm.wordpress.com/1600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jttcugm.wordpress.com/1600/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jttcugm.wordpress.com/1600/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jttcugm.wordpress.com/1600/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1600&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/06/butik-semakin-menggelitik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b9aab71f21956ef471dfef5cb66d7f1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">jttcugm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jttcugm.files.wordpress.com/2011/01/butik-batik.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Butik Batik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Papan Nama Desa Wisata Diperbarui</title>
		<link>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/06/papan-nama-desa-wisata-diperbarui/</link>
		<comments>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/06/papan-nama-desa-wisata-diperbarui/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 03:58:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jttcugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jttcugm.wordpress.com/?p=1596</guid>
		<description><![CDATA[YOGYAKARTA &#8211; Pasca erupsi Gunung Merapi yang terjadi 26 Oktober 2010, banyak papan nama petunjuk arah  Desa Wisata di lereng selatan Merapi wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), rusak dan tidak bisa dikenali lagi segera akan diperbarui. Salah satu Desa Wisata di Kaki Gunung Merapi &#8220;Selain sudah rusak dan usang, papan nama yang ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1596&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">YOGYAKARTA &#8211; Pasca erupsi Gunung Merapi yang terjadi 26 Oktober 2010, banyak papan nama petunjuk arah  Desa Wisata di lereng selatan Merapi wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), rusak dan tidak bisa dikenali lagi segera akan diperbarui.<span id="more-1596"></span></p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://jttcugm.files.wordpress.com/2011/01/dscn9022_resize.jpg"><img class="size-medium wp-image-1597" title="Salah satu Desa Wisata di Kaki Gunung Merapi" src="http://jttcugm.files.wordpress.com/2011/01/dscn9022_resize.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Salah satu Desa Wisata di Kaki Gunung Merapi" width="300" height="225" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Salah satu Desa Wisata di Kaki Gunung Merapi</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Selain sudah rusak dan usang, papan nama yang ada sebelumnya kurang mendukung informasi potensi Desa Wisata setempat,&#8221; kata  Kepala Seksi  Program Informasi Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Setyawan KE, di Yogyakarta, Rabu (5/1/2011).<br />
Menurut dia, papan nama petunjuk arah Desa Wisata di kawasan lereng Gunung Merapi bagian selatan itu di antaranya Kelor, Garongan, Srowolan, Turgo dan Pentingsari  memerlukan perhatian khusus, sehingga dalam waktu dekat  beberapa papan nama petunjuk arah ke Desa Wisata tersebut akan diganti dengan ukuran dan desain yang lebih menarik.<br />
&#8220;Selain dibuat dengan ukurannya lebih besar maka papan nama baru dipasang di lima titik desa wisata ini dimaksudkan sebagai  upaya untuk mempercepat pemulihan pariwisata khususnya desa wisata di lereng Merapi,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Setiawan, pembuatan papan nama  baru lokasi desa wisata ini sekaligus sebagai bentuk kepedulian Dinas  Pariwisata Provinsi DIY untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke Provinsi DIY khususnya  ke Kabupaten Sleman. &#8220;Pascaerupsi Gunung Merapi beberapa waktu lalu, minat wisatawan mengunjungi ke sejumlah  desa wisata di wilayah Kabupaten Sleman semakin meningkat jumlahnya,&#8221; kata Setyawan.<br />
Sejumlah  papan nama petunjuk desa wisata yang dibuat baru itu nantinya akan berisi informasi mengenai lokasi dan potensi desa wisata setempat. &#8220;Dengan demikian, wisatawan yang berkunjung akan mendapat informasi yang lebih detail, lengkap dan akurat di beberapa desa wisata tersebut,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : http://travel.kompas.com/read/2011/01/05/22012151/Papan.Nama.Desa.Wisata.Diperbarui</p>
<div id="_mcePaste" class="mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;overflow:hidden;text-align:justify;">YOGYAKARTA &#8211; Pasca erupsi Gunung Merapi yang terjadi 26 Oktober 2010, banyak papan nama petunjuk arah  Desa Wisata di lereng selatan Merapi wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), rusak dan tidak bisa dikenali lagi segera akan diperbarui.&nbsp;</p>
<p>&#8220;Selain sudah rusak dan usang, papan nama yang ada sebelumnya kurang mendukung informasi potensi Desa Wisata setempat,&#8221; kata  Kepala Seksi  Program Informasi Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Setyawan KE, di Yogyakarta, Rabu (5/1/2011).<br />
Menurut dia, papan nama petunjuk arah Desa Wisata di kawasan lereng Gunung Merapi bagian selatan itu di antaranya Kelor, Garongan, Srowolan, Turgo dan Pentingsari  memerlukan perhatian khusus, sehingga dalam waktu dekat  beberapa papan nama petunjuk arah ke Desa Wisata tersebut akan diganti dengan ukuran dan desain yang lebih menarik.<br />
&#8220;Selain dibuat dengan ukurannya lebih besar maka papan nama baru dipasang di lima titik desa wisata ini dimaksudkan sebagai  upaya untuk mempercepat pemulihan pariwisata khususnya desa wisata di lereng Merapi,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Setiawan, pembuatan papan nama  baru lokasi desa wisata ini sekaligus sebagai bentuk kepedulian Dinas  Pariwisata Provinsi DIY untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke Provinsi DIY khususnya  ke Kabupaten Sleman. &#8220;Pascaerupsi Gunung Merapi beberapa waktu lalu, minat wisatawan mengunjungi ke sejumlah  desa wisata di wilayah Kabupaten Sleman semakin meningkat jumlahnya,&#8221; kata Setyawan.<br />
Sejumlah  papan nama petunjuk desa wisata yang dibuat baru itu nantinya akan berisi informasi mengenai lokasi dan potensi desa wisata setempat. &#8220;Dengan demikian, wisatawan yang berkunjung akan mendapat informasi yang lebih detail, lengkap dan akurat di beberapa desa wisata tersebut,&#8221; katanya.</p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://jttcugm.wordpress.com/category/artikel-pariwisata/'>Artikel Pariwisata</a>, <a href='http://jttcugm.wordpress.com/category/wisata-jogja/'>Wisata Jogja</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jttcugm.wordpress.com/1596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jttcugm.wordpress.com/1596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jttcugm.wordpress.com/1596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jttcugm.wordpress.com/1596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jttcugm.wordpress.com/1596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jttcugm.wordpress.com/1596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jttcugm.wordpress.com/1596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jttcugm.wordpress.com/1596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jttcugm.wordpress.com/1596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jttcugm.wordpress.com/1596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jttcugm.wordpress.com/1596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jttcugm.wordpress.com/1596/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jttcugm.wordpress.com/1596/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jttcugm.wordpress.com/1596/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1596&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/06/papan-nama-desa-wisata-diperbarui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b9aab71f21956ef471dfef5cb66d7f1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">jttcugm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jttcugm.files.wordpress.com/2011/01/dscn9022_resize.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Salah satu Desa Wisata di Kaki Gunung Merapi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>UGM Peringati Republik Yogyakarta</title>
		<link>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/05/ugm-peringati-republik-yogyakarta/</link>
		<comments>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/05/ugm-peringati-republik-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 08:50:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jttcugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jttcugm.wordpress.com/?p=1592</guid>
		<description><![CDATA[YOGYAKARTA &#8211; Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menggelar kuliah umum untuk memperingati ulang tahun Republik Yogya yang tahun ini jatuh Selasa (4/1). Peringatan ini dimaksudkan untuk mengingatkan kembali semangat persatuan dan saling menghargai antara Keraton Yogyakarta dan Pemerintah Republik Indonesia yang terjadi pada periode itu. Peristiwa Republik Yogya adalah perpindahan pusat pemerintahan Indonesia dari Jakarta ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1592&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">YOGYAKARTA &#8211; Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menggelar kuliah umum untuk memperingati ulang tahun Republik Yogya yang tahun ini jatuh Selasa (4/1). Peringatan ini dimaksudkan untuk mengingatkan kembali semangat persatuan dan saling menghargai antara Keraton Yogyakarta dan Pemerintah Republik Indonesia yang terjadi pada periode itu.<br />
Peristiwa Republik Yogya adalah perpindahan pusat pemerintahan Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Periode itu berlangsung pada 4 Januari 1946 28 Desember 1949.<span id="more-1592"></span><br />
Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta terpaksa menjalankan pemerintahan Indonesia dari Yogyakarta karena kondisi Jakarta yang tidak stabil akibat agresi militer Belanda. Pemerintahan darurat Indonesia ini mendapat dukungan penuh dari Sultan Hamengku Buwono (HB) IX.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://jttcugm.files.wordpress.com/2011/01/pasukan-kraton_resize.jpg"><img class="size-medium wp-image-1593 " title="Salah Satu Bregodo Prajurit Kraton Yogyakarta " src="http://jttcugm.files.wordpress.com/2011/01/pasukan-kraton_resize.jpg?w=300&#038;h=249" alt="Bregodo Wirobrojo" width="300" height="249" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Salah Satu Bregodo Prajurit Kraton Yogyakarta</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Mantan Ketua Senat Akademik Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Sutaryo di Yogyakarta, Senin (3/1), mengatakan, periode itu sangat menentukan keberlangsungan Republik Indonesia. Saat itu Sulta n HB IX banyak memberi dukungan untuk keberlangsungan Republik Indonesia. Salah satunya dengan membantu pembiayaan pemerintahan dan penggajian para pegawai, kata nya.<br />
Dalam periode ini pula, UGM didirikan sebagai perguruan tinggi perjuangan. Untuk memperingati peristiwa ini, UGM menyelenggarakan kuliah umum dengan narasumber beberapa guru besar. Salah satunya Guru Besar Sejarah UGM Prof Suhartono yang akan mengungkapkan sejumlah detail sejarah pada periode tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam konteks keistimewaan DI Yogyakarta yang sempat menjadi polemik baru-baru ini, kuliah umum tersebut diharap memberi pencerahan dengan berusaha mendudukkan kebenaran sejarah secara akademik.<br />
Peringatan Republik Yogya terutama untuk menggelorakan kembali semangat persatuan antara Keraton Yogyakarta dan Pemerintah Indonesia waktu itu. Persatuan seluruh bangsa ini membuat Indonesia mampu menyelesaikan permasalahan di saat itu, ucapnya.<br />
Menurut rencana, sejumlah dokumen dan foto pertemuan Soekarno-Hatta dan Sultan HB IX juga akan dipublikasikan untuk pertama kali dalam kuliah umum ini. Dokumen-dokumen ini disebutkan merupakan bersumber dari keraton.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Prof Sutaryo, peringatan Republik Yogya ini merupakan yang keempat diselenggarakan oleh UGM sejak tahun 2007. UGM berhutang budi dengan adanya periode ini, karena tanpa adanya perpindahan pusat pemerintahan ke Yogyakarta, UGM tidak ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejarawan UGM Arief Akhyat mengatakan, hubungan Keraton Yogyakarta dengan keberadaan Republik Indonesia (RI) telah berlangsung sangat lama. Bisa disebutkan Yogyakarta ini merupakan embrio Indonesia. Menelusuri sejarah Yogyakarta adalah membaca sejarah Indonesia telah ada sebelum Indonesia lahir dan sangat membantu penyelenggaraan RI, ucapnya.<br />
Namun, menurut Arief, saat ini, hubungan tersebut terlalu dipandang secara kontemporer dan cenderung mengabaikan sejarah. Meskipun berbentuk kerajaan, gaya pemerintahan Keraton Yogyakarta telah sangat menerapkan prinsip-prinsip demokrasi dan multikulturalisme. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi Indonesia secara luas.</p>
<p style="text-align:justify;">Source : http://jogjainfo.net/ugm-peringati-republik-yogya.html</p>
<br />Filed under: <a href='http://jttcugm.wordpress.com/category/artikel-pariwisata/'>Artikel Pariwisata</a>, <a href='http://jttcugm.wordpress.com/category/wisata-jogja/'>Wisata Jogja</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jttcugm.wordpress.com/1592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jttcugm.wordpress.com/1592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jttcugm.wordpress.com/1592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jttcugm.wordpress.com/1592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jttcugm.wordpress.com/1592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jttcugm.wordpress.com/1592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jttcugm.wordpress.com/1592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jttcugm.wordpress.com/1592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jttcugm.wordpress.com/1592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jttcugm.wordpress.com/1592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jttcugm.wordpress.com/1592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jttcugm.wordpress.com/1592/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jttcugm.wordpress.com/1592/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jttcugm.wordpress.com/1592/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1592&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/05/ugm-peringati-republik-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b9aab71f21956ef471dfef5cb66d7f1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">jttcugm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jttcugm.files.wordpress.com/2011/01/pasukan-kraton_resize.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Salah Satu Bregodo Prajurit Kraton Yogyakarta </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkah &#8220;Tourism Disaster&#8221;</title>
		<link>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/05/berkah-tourism-disaster/</link>
		<comments>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/05/berkah-tourism-disaster/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Jan 2011 08:26:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jttcugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Jogja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jttcugm.wordpress.com/?p=1587</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Erupsi Merapi Liburan akhir tahun membawa berkah bagi korban bencana Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Masyarakat dari berbagai tempat memadati kawasan yang tertimbun awan panas saat erupsi terjadi untuk berwisata. Masyarakat pun mendirikan lapak dan berdagang makanan hampir di semua ruas jalan desa-desa di kawasan yang tertimbun awan panas di lereng Merapi, Rabu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1587&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://jttcugm.files.wordpress.com/2011/01/sp_a0336.jpg"><img class="size-medium wp-image-1588" title="Erupsi Merapi" src="http://jttcugm.files.wordpress.com/2011/01/sp_a0336.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Erupsi Merapi" width="300" height="225" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Erupsi Merapi</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1587"></span>Liburan akhir tahun membawa berkah bagi korban bencana Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Masyarakat dari berbagai tempat memadati kawasan yang tertimbun awan panas saat erupsi terjadi untuk berwisata.</p>
<p style="text-align:justify;">Masyarakat pun mendirikan lapak dan berdagang makanan hampir di semua ruas jalan desa-desa di kawasan yang tertimbun awan panas di lereng Merapi, Rabu (29/12/2010). Mereka beruntung karena pengunjung ramai sehingga mendapatkan omzet lumayan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pandi (54), warga Dusun Batur, Kepuharjo, Yogyakarta, bersama kerabatnya, Barli, mendirikan lapak di tepi Kali Gendol. Lapaknya masuk Dusun Kepuh, yang tertimbun material vulkanik 3-5 meter,</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara pedagang lain membuka lapak di tepi Kali Kuning dan Kali Boyong. Ketiga sungai berhulu di Gunung Merapi itu berisi material vulkanik.</p>
<p style="text-align:justify;">Menuk (27), warga Dusun Pagerjurang, Kepuharjo, membuka lapak sepekan lalu dengan modal Rp 300.000. Ia sebelumnya bekerja di peternakan ayam di dusunnya, yang telah tutup karena tertimbun material vulkanik. Rumah Menuk juga tertimbun.</p>
<p style="text-align:justify;">Bisnis perhotelan di Yogyakarta ternyata masih lesu. Kamar hotel berbintang rata-rata baru terisi 60 persen dan kamar hotel melati sekitar 40 persen.</p>
<p style="text-align:justify;">”Kondisinya jauh lebih buruk dari tahun 2009. Tahun lalu, sejak 23 Desember, pemesanan kamar di hotel berbintang sudah 90 persen, sedangkan hotel melati sekitar 80 persen,” kata Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta Deddy Pranowo Eryono.</p>
<p style="text-align:justify;">Para pengelola hotel pun melakukan promosi, seperti potongan harga sampai 20 persen di hotel melati dan paket wisata ”Jogja Recovery” di hotel berbintang senilai Rp 800.000. Turis mendapat tur sehari ke Candi Borobudur dan Gunung Merapi serta menginap di hotel berbintang empat selama tiga hari dua malam.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) DIY Edwin Ismedi Himna, arus kunjungan wisatawan setelah erupsi Merapi belum pulih benar. ”Desember memang lumayan, terutama dari liburan anak-anak sekolah,” ujarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Asita DIY akan merancang paket wisata yang lebih murah dari ”Jogja Recovery”.</p>
<p style="text-align:justify;">”Untuk menginap kami alihkan ke hotel bintang tiga sehingga lebih murah. Saat ini banyak hotel bintang III ke bawah yang minta dibuatkan paket wisata,” kata Edwin.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelesuan bisnis pariwisata juga dialami pelaku usaha di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur.</p>
<p style="text-align:justify;">Manajer Hotel Sukapura Permai di Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, M Taqrib, mengatakan bahwa tingkat hunian hotel yang ia kelola turun drastis menjelang datangnya tahun 2011. Dari 30 kamar di hotel tersebut, tidak sampai 10 kamar diisi tamu. Biasanya, dalam situasi normal, seluruh kamar hotel akan terisi penuh pengunjung seminggu sebelum dan sesudah pergantian tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak turis membatalkan pemesanan kamar sehingga banyak pemilik penginapan yang memilih tutup sementara.</p>
<p style="text-align:justify;">”Mereka tidak mau mengambil risiko jika sewaktu-waktu Gunung Bromo membahayakan wisatawan,” kata Taqrib.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut pemilik penyewaan jip, Andik Setyawan (29), tahun ini merupakan kondisi terburuk selama kurun 16 tahun.</p>
<p style="text-align:justify;">Biasanya, Andik bisa mengantongi pendapatan kotor sedikitnya Rp 1 juta dengan mengantar turis yang ingin menyaksikan pergantian tahun di puncak gunung Bromo.</p>
<p style="text-align:justify;">Hindari malam hari</p>
<p style="text-align:justify;">Di Bandung, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Surono mengatakan, sebagian besar gunung berapi masih aman untuk dikunjungi saat malam pergantian tahun. Namun, pengunjung diharapkan mematuhi anjuran para pengawas gunung api.</p>
<p style="text-align:justify;">”Mayoritas gunung api masih aman dikunjungi. Namun, tetap harus waspada untuk berjaga-jaga munculnya peningkatan status secara tiba-tiba,” ujarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Wisatawan sebaiknya tidak mendekati kawah dalam radius 2,5 kilometer-3 kilometer karena berbahaya. Pengunjung juga dilarang mendekati kawah pada malam hari demi menghindari gas beracun. ”Jika ada upacara keagamaan sebaiknya berkoordinasi dengan petugas,” katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Source : http://travel.kompas.com/read/2010/12/31/06274281/Berkah.Wisata.Bencana</p>
<br />Filed under: <a href='http://jttcugm.wordpress.com/category/artikel-pariwisata/'>Artikel Pariwisata</a>, <a href='http://jttcugm.wordpress.com/category/wisata-jogja/'>Wisata Jogja</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jttcugm.wordpress.com/1587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jttcugm.wordpress.com/1587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jttcugm.wordpress.com/1587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jttcugm.wordpress.com/1587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jttcugm.wordpress.com/1587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jttcugm.wordpress.com/1587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jttcugm.wordpress.com/1587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jttcugm.wordpress.com/1587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jttcugm.wordpress.com/1587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jttcugm.wordpress.com/1587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jttcugm.wordpress.com/1587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jttcugm.wordpress.com/1587/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jttcugm.wordpress.com/1587/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jttcugm.wordpress.com/1587/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1587&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/05/berkah-tourism-disaster/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b9aab71f21956ef471dfef5cb66d7f1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">jttcugm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jttcugm.files.wordpress.com/2011/01/sp_a0336.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Erupsi Merapi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekilas ODTW di Yogyakarta</title>
		<link>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/03/sekilas-odtw-di-yogyakarta/</link>
		<comments>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/03/sekilas-odtw-di-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2011 08:56:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jttcugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jttcugm.wordpress.com/?p=1584</guid>
		<description><![CDATA[Potensi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam kepariwisataan tidak bisa diabaikan. Lihat saja peta kepariwisataan nasional. Potensi propinsi ini masih menduduki peringkat kedua setelah Bali. Banyak variabel yang digunakan untuk memberikan penilaian tersebut. Pertama adalah keragaman obyek. Provinsi ini memiliki beragam obyek wisata yang relatif beragam baik dari segi fisik maupun non fisik. Selain itu, tentunya, DIY [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1584&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Potensi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam kepariwisataan tidak bisa diabaikan. Lihat saja peta kepariwisataan nasional. Potensi propinsi ini masih menduduki peringkat kedua setelah Bali. Banyak variabel yang digunakan untuk memberikan penilaian tersebut.<span id="more-1584"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pertama adalah keragaman obyek. Provinsi ini memiliki beragam obyek wisata yang relatif beragam baik dari segi fisik maupun non fisik. Selain itu, tentunya, DIY memiliki sarana penunjang wisata.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini misalnya terdapat tidak kurang dari 70.000 industri kerajinan tangan, dan sarana lain yang amat kondusif seperti fasilitas akomodasi dan transportasi yang amat beragam, aneka jasa boga, biro perjalanan umum, serta dukungan pramuwisata yang memadai, tim pengamanan wisata yang disebut sebagai Bhayangkara Wisata.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, berkaitan dengan ragam spesifisitas obyek dengan karakter mantap dan unik seperti Kraton, Candi Prambanan, kerajinan perak di Kotagede. Spesifikasi obyek ini msih didukung oleh kombinasi obyek fisik dan obyek non fisik dalam paduan yang serasi. Kesemua faktor tersebut memperkuat daya saing DIY sebagai propinsi tujuan utama (primary destination) tidak saja bagi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Sebutan Prawirotaman dan Sosrowijayan sebagai ‘kampung internasional’ membuktikan kedekatan atmosfir Yogyakarta dengan ’selera eksotisme’ wisatawan mancanegara.</p>
<p style="text-align:justify;">Di mana saja kita bisa berwisata di Jogja? Berikut ini beberapa daftar yang bisa Anda pilih:</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. </strong><strong>Gedung Bank Indonesia dan Kantor Pos Besar</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Bangunan Kolonial yang indah ini terletak di utara untuk Karaton. Beberapa meter ke arah timur terdapat Gereja Agama Katholik tua yang terletak di Jl. Secodiningratan (Sekarang Jln P Senopati).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. </strong><strong>Baron</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Pantai ini terletak di Kabupaten Gunungkidul, berjarak sekitar 60 km arah selatan dari kota Yogyakarta. Pantai Baron merupakan muara dari aliran sungai di bawah batu karang. Pantai ini sebenarnya merupakan teluk yang diapit oleh dinding-dinding perbukitan pohon kelapa.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. </strong><strong>Kukup</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Ombaknya tergolong agak besar. Sebagai rangkaian alam perpantaian dari pantai Baron, gambaran tentang Pantai Kukup tidak jauh berbeda. Pantai ini berjarak sekitar 1 km dari Pantai Baron. Ciri khas dari obyek Pantai Kukup adalah pada koleksi ikan hiasnya. Pengunjung dapat sekedar melihat atau bahkan membelinya. Ciri lain menonjolkan yang eksotisme pantai ini adalah warna pasir pantainya yang putih kekuning-kuningan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. </strong><strong>Candi Banyu Nibo</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Banyunibo mempunyai arti “air menetes” yang merupakan candi peninggalan agama Budha abad IX. Candi ini juga disebut “Si Sebatang Kara Banyu Nibo” karena letaknya yang terpencil ditengah persawahan dan rumpun pisang terpisah dari kelompok candi-candi yang lain. Candi ini dapat dicapai dengan kendaraan umum dari simpang tiga jalan raya Yogya-Solo yang menuju ke Piyungan sepanjang 2 kilometer atau 1 kilometer dari mulut jalan setapak yang menuju ke Petilasan Keraton Ratu Boko hingga tiba di komplek SKSD Palapa DIY. Selanjuynya perjalanan dengan jalan kaki menyusuri persawahan kearah timur (kiri), kurang lebih 1 kilometer.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. </strong><strong>Kerajinan Batik</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Batik acap kali digunakan sebagai simbol warisan turun temurun dari leluhur kita. Proses pembuatan Batik dapat dilihat di beberapa Galeri Batik di sebelah selatan Kota Jogjakarta yang sudah turun temurun.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. </strong><strong>Museum Biologi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Terletak di jalan Sultan Agung Nomor : 22 Yogyakarta merupakan sarana pendidikan tentang satwa ( fauna ) dalam alam tumbuhan ( flora ) Indonesia . Dalam museum ini dapat disaksikan berbagai macam herabrium kering dan basah, berbagai jenis binatang dan kerangkanya. Sebagian diantaranya diperagakan dalam bentuk diorama, yang memperlihatkan kehidupan binatang dan tumbuh-tumbuhan tersebut, menyerupai keadaan dialam aslinya. Museum ini terbuka pada setiap hari : Selasa s/d Kamis pukul 08.00 – 13.00, Jum;at dari pukul 08.00 – 11.00, Sabtu dari pukul 08.00 – 12.30, dan Minggu pukul 08.00 – 12,00.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>7. </strong><strong>Bird Market</strong></p>
<p style="text-align:justify;">(Pasar Burung Ngasem) tepatnya di wilayah Kecamatan Kraton, dan hanya berjarak sekitar 200 m dari gerbang Kraton Yogyakarta serta berhimpitan dengan Tamansari, terdapat sebuah pasar yang dikenal sebagai ‘pasar burung”, meskipun sebenarnya merupakan pasar umum, sebab tidak hanya jenis binatang dan burung saja yang ada di pasar tersebut. Pasar tersebut dikenal dengan nama Pasar Ngasem.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>8. </strong><strong>Museum Wayang Kekayon </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Museum mengenai wayang yang ada di kota Yogyakarta, tepatnya di Jl. Raya Yogya-Wonosari Km. 7, kurang lebih 1 km dari Ring Road Timur. Museum yang didirikan pada tahun 1990 ini memiliki koleksi berbagai wayang dan topeng serta menampilkan sejarah wayang yang diperkenalkan mulai dari abad ke-6 sampai abad ke-20. Wayang-wayang di dalam museum ini terbuat baik dari kulit, kayu, kain, maupun kertas.</p>
<p style="text-align:justify;">Sama halnya dengan museum Wayang di Jakarta, museum ini mempunyai beberapa jenis wayang, seperti: wayang Purwa, wayang Madya (menceritakan era pasca perang Baratayuda), wayang Thengul, wayang Klithik (mengisahkan Damarwulan dan Minakjinggo), wayang beber, wayang Gedhog (cerita Dewi Candrakirana), wayang Suluh (mengenai sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia), dan lain lain. Berkaitan dengan wayang Purwa, museum ini memiliki beberapa poster yang menggambarkan strategi perang yang dipakai dalam perang Baratayuda antara keluarga Pandawa dan Kurawa, yaitu: strategi Sapit Urang dan strategi Gajah.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>9. </strong><strong>Candi Prambanan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Candi Prambanan atau Candi Rara Jonggrang terletak di Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi ini terletak di kurang lebih 20 km timur Yogyakarta, 40 km barat Surakarta dan 120 km selatan Semarang, persis di perbatasan antara provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Rara Jonggrang terletak di desa Prambanan yang wilayahnya dibagi antara kabupaten Sleman dan Klaten. Candi ini dibangun pada sekitar tahun 850 Masehi oleh salah seorang dari kedua orang ini, yakni: Rakai Pikatan, raja kedua wangsa Mataram I atau Balitung Maha Sambu, semasa wangsa Sanjaya</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>10. </strong><strong>Museum Sonobudoyo</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Merupakan meseum budaya yang lengkap setelah Museum Pusat Jakarta. Terletak di sisi barat laut alun-alun utara Yogyakarta. Museum yang juga merupakan sarana pendidikan, khususnya dalam bidang seni-budaya dana kepurbakalaan, museum ini juga memiliki perpustakaan yang cukup memadai terutama buku-buku yang berkaitan dengan masalah kebudayaan juga menyimpan warisan budaya rokhani yang tiada bernilai tingginya, dapat dikunjungi setiap hari antara pukul 08.00 – 13.00 WIB.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>11. </strong><strong>Gua Cerme</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di balik ketenaran objek wisata Pantai Parangtritis dan makam raja Mataram (Imogiri), Kabupaten Bantul ternyata masih memiliki satu lagi objek wisata yang tidak kalah menariknya. Wisata alam Goa Cerme, objek wisata yang tersembunyi di Dusun Srunggo, Imogiri.Untuk menyusuri seluruh relung Gua Cerme yang memiliki lorong sepanjang 1.200 meter itu, diperlukan waktu sekitar 2 jam lebih. Sepanjang jalan yang dilalui, memiliki alur yang berkelok-kelok, dihiasi stalagtit dan stalagmit yang berlekuk-lekuk</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>12. </strong><strong>Gereja Kotabaru</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Terletak 2Km di sebelah barat Stasiun Tugu / malioboro. Merupakan gereja tua peninggalan zaman kolonial. Terkenal dengan nama Gereja Katolik St Antonius.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>13. </strong><strong>Dewantara Kirti Griya</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Museum yang berlokasi di JalanTaman Siswa No 31 Yogyakarta dulu merupakan kediaman keluarga Ki Hajan Dewantara. Museum ini merupakan museum memorial milik Yayasan Persatuan Perguruan Taman Siswa. Museum yang terletak dijantung kota Yogyakarta dengan luas bangunan 300 meter persegi dan luas tanah 2700 meter persegi bisa setiap saat dikunjungi wisatawan dengan kendaraan umum, bis kota , becak, maupun andong. Koleksi Museum Dewantara Kirti Griya berupa kumpulan surat – surat Ki Hajar Dewantara yang berjumlah 876 pucuk, perlengkapan rumah tangga, dokumentasi, foto – foto dan satu unit film dengan judul Ki Hajar Dewantara Pahlawan Nasional. Berkat kemajuan tehnologi film dapat disajikan kepada para pengunjung sehingga suara Ki Hajar Dewantara yang sedang berdialog dapat dinikmati dalam ruangan khusus.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>14. </strong><strong>Dirgantara Mandala</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Museum terletak di kompleks Lanuma Adisucipto. Di dalam Museum ini terdapat foto tokoh AURI, panji-panji/pataka kapal terbang yang digunakan Angkatan Udara Indonesia dari tahun 1945 sampai sekarang, dan benda-benda sejarah yang ada hubungannya dengan perjuangan AURI. Untuk berkunjung ke Museum ini, pada saat kedatangannya pimpinan rombongan/pengunjung perlu lapor di pos perjagaan. Museum ini dibuka tiap hari : Senin s/d Kamis jam 08.00 – 13.30, Jum’at jam 08.00 s/d 11.00 dan hari Sabtu jam 08.00 s/d 12.00.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>15. </strong><strong>Vredeburg</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dipusat kota, didepan Gedung Agung (bekas istana Presiden RI di jaman Yogyakarta menjadi ibukota Negara tahun 1946),dibelakang Monumen Serangan Umum 1 Maret terletak sebuah benteng kuno, Vredeburg. Benteng ini sengaja didirikan oleh penjajah Belanda untuk mengamankan pemerintahannya dengan seorang Gubernur Hindia Belanda yang bertempat tinggal di Gedung Gubernuran (Gedung Agung sekarang).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>16. </strong><strong>Glagah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pantai Glagah yang terletak 40 km dari kota Yogyakarta termasuk wilayah Kabupaten Kulonprogo . Di kawasan pantai ini telah dibangun berbagai sarana dan fasilitas antara lain kolam pemancingan, taman rekreasi, camping ground dan gardu pandang.Bagi pengunjung yang mempunyai hoby olah raga dayung bisa menyalurkan bakatnya /hobynya di pantai ini dengan menggunakan perahu Kano.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>17. </strong><strong>Universitas Gajah Mada</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu kampus terbesar dan tertua di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1949 dan memiliki fasilitas terlengkap hingga saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>18. </strong><strong>Gedung Agung Istana Yogyakarta</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dikenal dengan nama Gedung Agung terletak di pusat keramaian kota, tepatnya di ujung selatan Jalan Akhmad Yani dahulu dikenal Jalan Malioboro, jantung ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan istana terletak di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kotamadya Yogyakarta, dan berada pada ketinggian 120 meter dari permukaan laut. Kompleks istana ini menempati lahan seluas 43,585 m2.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>19. </strong><strong>Kebun Binatang Gembiraloka</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Terletak 3 Km ke arah timur perempatan kantor pos besar Yogyakarta atau Nol kilometer. Koleksi yang ada di kebun beinatang ini berasal dari satwa local maupun dari satwa luar negeri. Pada saat musim liburan sekolah Gembiraloka ramai dikunjungi siswa terutama siswa SD maupun Taman Kanak-kanak. Fasilitas yang ada di sana adalah perahu atau sekoci kecil untuk anak-anak dan area permainan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>20. </strong><strong>Imogiri </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya Makam Hastanegara, dan merupakan makam yang lebih muda usianya dibandingkan dengan makam kotagede. Di Makam Imogiri ini, dimakamkan Raja-raja yang memerintah Kerajaan Mataram sepeninggalan Panembahan Senopati, terutama Putra Sultan Agung Hanyokro Kusumo. Makam ini dibangun diatas bukit, dan untuk mencapainya kita harus mendaki tangga dari batu berundak sebanyak 345 buah hingga tiba disuatu persimpangan jalan. Ziarah ke Makam Imogiri dapat dilakukan setiap hari Senin antara pukul 10.00 hingga 13.00 atau haru minggu antara pukul 13.30 hingga 16.30 WIB</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>21. </strong><strong>Jagadnata Pura Hindu</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pura terbesar di Yogyakarta.terletak di Jl Sorowajan</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>22. </strong><strong>Jalan Malioboro</strong></p>
<p style="text-align:justify;">merupakan salah satu pusat perbelanjaan di Jogja. Keramaian dan semaraknya Malioboro tidak terlepas dari banyaknya pedagang kaki lima yang berjajar sepanjang jalan Malioboro menjajakan dagangannya, hampir semuanya yang ditawarkan adalah barang/benda khas Jogja sebagai souvenir/oleh-oleh bagi para wisatawan. Mereka berdagang kerajinan rakyat khas Jogjakarta, antara lain kerajinan ayaman rotan, kulit, batik, perak, bambu dan lainnya, dalam bentuk pakaian batik, tas kulit, sepatu kulit, hiasan rotan, wayang kulit, gantungan kunci bambu, sendok/garpu perak, blangkon batik [semacan topi khas Jogja/Jawa], kaos dengan berbagai model/tulisan dan masih banyak yang lainnya. Para pedagang kaki lima ini ada yang menggelar dagangannya diatas meja, gerobak adapula yang hanya menggelar plastik di lantai. Sehingga saat pengunjung Malioboro cukup ramai saja antar pengunjung akan saling berdesakan karena sempitnya jalan bagi para pejalan kaki karena cukup padat dan banyaknya pedagang di sisi kanan dan kiri.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>23. </strong><strong>Museum Sasmitaloka</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan dalam memerdekakan dan mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan maka perlu sekali kalau kita berkunjung ke Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman yang di Jalan Bintaran No. 3 Yogyakarta. Dari dalam gedung Sasmitaloka inilah pengunjung diajak menyaksikan sebagian dari sejarah perjuangan panjang bangsa Indonesia mencapai kemerdekaannya, diantaranya melalui perang terbuka maupun dengan gerilya yang dilakukan oleh putera-puteri terbaik di negeri ini dan salah satunya dipimpin oleh Kolonel Sudirman Komandan Divisi V Purwokerto saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>24. </strong><strong>Candi Kalasan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Terletak hanya 50 meter di tepi sebelah Selatan dari Jalan Raya Yogya-Solo ,Kilometer 14 dan lebih kurang 600 meter di sebelah Barat Daya Candi Sari. Candi Kalasan merupakan peninggalan Budha yang tertua di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah yang dibangun pada Tahun 778 Masehi sebagai persembahan kepada Dewi Tara Candi Kalasan ini bercorak Budha namun pendirinya adalah Rakai Panangkaran dari Wanca Sanjaya yang menganut agama Hindu, atas bujukan Guru-Gurunya dari Wanca Syailendra yang menganut Agama Budha . Candi Kalasan juga terkenal sebagai candi yang Indah Hiasannya dan sangat halus pahatan batunya. Selain itu ornamen dan relief pada dinding luarnya dilapisi sejenis semen kuno yang disebut Vajralepa</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>25. </strong><strong>Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat </strong></p>
<p style="text-align:justify;">merupakan sumber pancaran seni budaya Jawa yang dapat di saksikan melalui keindahan arsitektur dengan ornamen-ornamennya yang sangat mempesona. Setiap hari, Kraton terbuka kunjungan wisatawan mulai pukul 7.30 hingga pukul 13.00, kecuali pada hari Juma’t Kraton hanya buka sampai dengan pukul 12.00 WIB.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>26. </strong><strong>Desa Kasongan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Terletak di Barat daya Yogyakarta. Terkenal sebagai desa pengrajin tembikar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>27. </strong><strong>Kepatihan Danurejan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dulunya adalah rumah tinggal bagi Patih. Patih di kerajaan Yogyakarta selalu mendapat gelar DANUREJO. Sehingga tempat tinggal para patih disebut Danurejan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>28. </strong><strong>Kotagede </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kota Ibukota Lama, karena dulu tempat ini merupakan ibukota Kerajaan Islam Mataram yang pertama. Sebelumnya, tempat ini hanyalah hutan yang disebut Alas Mentaok, yang diberikan kepada Panembahan Senopati oleh Sultan Pajang, raja Kerajaan Hindu di Jawa Timur, karena Senopati telah membantu menyelamatkan Pajang. Pada tahun 1575, Panembahan Senopati, yang menjadi raja Mataram Islam yang pertama, membangun kawasan ini dan menetapkannya sebagai kota ibukota.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>29. </strong><strong>Kotagede Makam Raja</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Di setiap daerah pastilah mudah ditemukan makam, demikian pula di Yogya. Bahkan di Yogya, selain mudah ditemukan makam umum, dikenal pula makam raja-raja Mataram, yang dikenal dengan nama Imogiri. Selain di Imogiri, ada pula makam Kotagede. Di makam ini pendiri Mataram, Panembahan Senapati di makamkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>30. </strong><strong>Kiskendo </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Taman wisata ini terletak 35 kilometer di sebelah Barat kota Yogyakarta, di peghunungan Menboreh. Taman Wisata ini terdiri dari Goa Kiskendo, Goa Sumitro dan Watu Blencong . Merupakan goa alam di pegunungan Menoreh yang terletak 1200 m di atas permukaan laut yang berhawa sejuk, dari bentuk serta keadaannya sangat serupa dengan apa yang yang tersirat dalam legenda dalam legenda Istana Goa Kiskendo (yang merupakan fragmen dari cerita Ramayana ), tempat tinggal Raksasa Mahesasura yang berkepala kerbau dan Lembusura yang berkepala sapi.Dalam kisah pewayangan, di tempat ini terjadi pertempuran antara Subali Sugriwa dengan Mahesasura dan patih Lembusura yang menghuni goa ini.Di samping itu keadaan-keadaan geologis dari goa-goa yang ada di daerah berbatu kapur,Di dalam goa Kiskendo ini terdapat banyak stalaktit dan stalagmit yang aneh namun indah bentuknya.Di dalam goa ini mengalir sungai di bawah tanah yang dalam cerita pewayangan, dan dalam pertempuran antara Subali ; Sugriwa dan Mahesasura ; Lembusura, mengalirkan air berwarna merah dan putih.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>31. </strong><strong>Krakal </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun masih satu mata rantai dari kunjungan ke Pantai Baron dan Pantai Kukup, nuansa perjalanan menuju lokasi Pantai Krakal sedikit berbeda. Bahkan boleh dikatakan, Pantai Krakal memberikan gambaran seutuhnya tentang panorama pantai. Disepanjang perjalanan menuju lokasi pantai ini, terlihat keindahan pemandangan bukit-bukit kapur diselingi dengan teras-teras batu karang. Paduan bebatuan seperti ini dikenal dengan nama daerah karst, yakni bekas dasar laut yang mengalami proses pengangkatan kerak bumi sehingga menjulang ke atas membentuk sebuah dataran tinggi. Batu-batu karang ini dulunya adalah bekas sarang/rumah binatang karang yang hidup pada saat itu. Pantai Krakal relatif landai. Hal ini memungkinkan sinar mentari menghidupkan cakrawala perpantaian, dan angin laut berhembus dengan sejuk. Pasir putih terhampar cukup panjang di tepian pantai, yakni sekitar 5 km, seolah selalu putih bersih dibasuk oleh deburan ombak yang cukup besar.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>32. </strong><strong>Gua Langse</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Terletak di kaki tebing Parangtritis merupakan tempat tetirah yang terkenal, meskipun di sekitarnya juga banyak kawasan serupa, seperti Gua Tapan, Sendang Beji, maupun Gua Siluman. Dalam buku-buku tulisannya, Dr. Hermanus Johannes de Graaf, ilmuwan Belanda yang mengkhususkan diri dalam pengkajian tanah Jawa, menyebut Gua Langse sebagai Gua Kanjeng Ratu Kidul. Oleh sebab itu, gua ini merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh reraja Mataram. Di gua ini konon pernah bersemedi pula Syekh Siti Jenar maupun Sunan Kalijaga. Dari pantai Parangtritis untuk menuju Gua Langse masih harus berjalan sekitar 3 km ke arah timur. Jangan kaget atau merasa ngeri ketika Anda sudah berada di bibir tebing. Dengan ketinggian tebing 400 m dan nyaris tegak lurus, perjalanan menuju Gua Langse menjadi tantangan tersendiri. Jalan menuju ke kaki tebing tempat Gua Langse berada berupa campuran antara tangga (ada 4 buah pada tempat yang terpisah), akar, dan tonjolan bebatuan. Sesampainya di gua, pengunjung bisa mandi di salah satu bilik. Air yang dipakai mandi berasal dari mata air yang keluar dari dalam gua. Airnya yang dingin dan tawar serta mengandung kadar kapur tinggi bisa menghilangkan kelelahan akibat perjalanan menuju gua. Selesai mandi, barulah pengunjung dipersilakan untuk bersemedi. Kesunyian di dalam gua sangat membantu untuk memusatkan pikiran. Suara yang terdengar hanyalah debur ombak pantai selatan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>33. </strong><strong>Masjid Agung </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Terletak di sebelah Barat Alun-alun Utara Yogyakarta yang hingga kini masihdipergunakan untuk tempat beribadah sehari-hari bagi umat Islam. Di hari-hari besar Islam ,masjid ini dipergunakan sebagai tempat penyelenggaraan upacara-upacara resmi keagamaan Islam dari Kraton Yogyakarta.Masjid Agung Yogyakarta memiliki gaya bangunan jawa yang spesifik, utamanya dalam bentuk atapnya yang disamping unik juga indah menyerupai masjid Agung Kadilangu yang dibangun oleh Sunan Kalijaga (salah seorang wali sango di kota antik Demak)Di sayap Timur bagian depan dari Istana ini dipergunakan sebagai Museum Puro Pakualaman dengan mempergunakan 4 buah ruangan, yang dapat dikunjungi masyarakat setiap hari Senin dan Kamis antara pukul 11.00 hingga 13.00. Dalam Museum ini tersimpan benda-benda bersejarah yang memiliki nilai Budaya tinggi, dan merupakan tinggalan masa silam dari keluarga Paku Alam.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>34. </strong><strong>Masjid Syuhada </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu Masjid besar di Jogjakarta yang bersejarah. Terletak di Kotabaru – Jogjakarta.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>35. </strong><strong>Monument 1 Maret </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Terletak di sebelah selatang benteng Vredeburg berdiri dengan tegar, mengingatkan kita pada peristiwa nasional yang tersebar dalam sejarah berdirinya RI. Peristiwa ini pada tanggal 1 Maret 1949, tatkala Letnan Kolonel Soeharto (sekarang Presiden RI) memimpin Serangan Umum ke kota Yogyakarta yang saat itu berada dalam penguasaan bala tentara penjajah Belanda. Serangan itu berhasil dengan gemilang dan Tentara Nasional Indonesia telah berhasil menguasai kota Yogya selama 6 jam yang membawa hasil penyerahan Kedaulatan Rakyat dari pihak pemerintah Belanda kepada RI.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>36. </strong><strong>Museum Sasono Wiratama </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Museum ini sering disebut sebagai munumen Diponegoro karena merupakan bekas rumah kediaman Pangeran Diponegoro seorang bangsawan Kraton Yogyakarta yang terkenal sebagai patriot dalam melawan penjajah Belanda antara tahun 1825-1830. Kini di dalam bangunan-bangunan ini yang telah dipugar, tersimpan berbagai peninggalan yang berupa peralatan perang dan peralatan lain yang pernah dipergunakan beliau dan para pengikutnya yang setia. Museum ini terletak di daerah Tegalrejo, lebih kurang 4 Km dari pusat kota Yogyakarta. Museum Sasana Wiratama terbuka untuk kunjungan masyarakat umum, setiap hari kerja antara senin sampai sabtu pukul 08.00</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>37. </strong><strong>Parangtritis</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Adalah sebuah tempat pariwisata berupa pantai pesisir Samudra Hindia yang terletak kurang lebih 25 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta.Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup Krakal dan Pantai Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung &#8211; gunung pasir yang tinngi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>38. </strong><strong>Lava Tour</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berada di sekitaran lereng Merapi terutama di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Selain bencana erupsi Merapi juga mebawa berkah selain untuk kegiatan wisata tetapi juga bagi para penambang pasir.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>39. </strong><strong>Desa Wisata</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alternatif selain tempat-tempat wisata di atas adalah Desa Wisata. Mayoritas keberadaan disa-desa wisata yang ada di Yogyakarta berada di wilayah kabupaten Sleman yang berdekatan langsung dengan Gunung Merapi. Selepas erupsi Merapi, keberadaan desa wisata berangsur-angsur pulih kembali dan siap untuk menerima kembali wisatawan.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Disarikan Dari Berbagai Sumber</p>
<br />Filed under: <a href='http://jttcugm.wordpress.com/category/artikel-pariwisata/'>Artikel Pariwisata</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jttcugm.wordpress.com/1584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jttcugm.wordpress.com/1584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jttcugm.wordpress.com/1584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jttcugm.wordpress.com/1584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jttcugm.wordpress.com/1584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jttcugm.wordpress.com/1584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jttcugm.wordpress.com/1584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jttcugm.wordpress.com/1584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jttcugm.wordpress.com/1584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jttcugm.wordpress.com/1584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jttcugm.wordpress.com/1584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jttcugm.wordpress.com/1584/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jttcugm.wordpress.com/1584/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jttcugm.wordpress.com/1584/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1584&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jttcugm.wordpress.com/2011/01/03/sekilas-odtw-di-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b9aab71f21956ef471dfef5cb66d7f1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">jttcugm</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Posisi Komodo Makin Kuat</title>
		<link>http://jttcugm.wordpress.com/2010/12/28/posisi-komodo-makin-kuat/</link>
		<comments>http://jttcugm.wordpress.com/2010/12/28/posisi-komodo-makin-kuat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2010 02:23:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jttcugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jttcugm.wordpress.com/?p=1574</guid>
		<description><![CDATA[KUPANG &#8211; Posisi Komodo (Varanus komodoensis), penghuni Taman Nasional Komodo di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin kuat dalam persaingan memperebutkan salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru. &#8220;Posisi Komodo sekarang sangat kuat, bahkan pekan lalu sempat berada pada posisi pertama,&#8221; kata Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi NTT, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1574&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">KUPANG &#8211; Posisi Komodo (Varanus komodoensis), penghuni Taman Nasional Komodo di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin kuat dalam persaingan memperebutkan salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru. &#8220;Posisi Komodo sekarang sangat kuat, bahkan pekan lalu sempat berada pada posisi pertama,&#8221; kata Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ulbadus Gogi di Kupang, Kamis (23/12/2010).<span id="more-1574"></span></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Posisi Komodo sekarang sangat kuat, bahkan pekan lalu sempat berada pada posisi pertama.&#8211; Ulbadus Gogi</p>
<p style="text-align:justify;">Ia mengatakan hal ini ketika ditanya posisi terakhir Komodo, biawak raksasa penghuni Taman Nasional Komodo itu dalam memperebutkan posisi sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru atau New 7 Wonders of Nature.<br />
Gogi mengatakan sejak diumumkan 21 Juli 2009 bahwa Komodo masuk sebagai salah satu finalis dari 28 finalis yang berhak melanjutkan ke tahap final setelah menyisihkan kurang lebih 440 nominasi dari 220 negara, pemerintah terus melakukan sosialisasi untuk meminta dukungan.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/komodo.jpg"><img class="size-medium wp-image-1575" title="Komodo" src="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/komodo.jpg?w=430&#038;h=268" alt="Komodo" width="430" height="268" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Satwa endemik komodo (Varanus komodoensis) terlihat di Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Taman Nasional Komodo menjadi salah satu dari 28 finalis New 7 Wonders of Nature</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Permintaan dukungan ini tidak hanya kepada rakyat NTT, tetapi juga kepada seluruh masyarakat Indonesia, karena masuknya binatang purba dalam tujuh keajaiban dunia tidak hanya memberi dampak bagi masyarakat di provinsi kepulauan itu, tetapi untuk Indonesia secara keseluruhan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kita memang gencar (promosi). Sejak 2009 lalu Gubernur NTT Frans Lebu Raya menugaskan kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTT keliling ke sejumlah provinsi di Tanah Air untuk memberikan penjelasan mengenai pososi Komodo sekaligus meminta dukungan dan saat ini dukungan terus mengalir,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada Juni 2010, posisi Komodo sempat terancam karena berada pada posisi ke-14 tetapi berkat perjuangan dan dukungan semua pihak, saat ini posisi Komodo sangat kuat. &#8220;Sekarang ini posisi Komodo naik turun. Terkadang di posisi satu, turun dua dan sampai batas tiga. Dalam satu bulan terakhir ini tidak pernah beranjak dari posisi tiga,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Gogi berharap, seluruh rakyat di negeri ini terus memberikan dukungan agar Komodo bisa terpilih dan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru. &#8220;Kita masih memiliki cukup waktu, tetapi dukungan tidak bisa hanya dari masyarakat NTT. Seluruh masyarakat Indonesia harus memberikan dukungan penuh,&#8221; katanya.<br />
Berdasarkan situs resmi tujuh keajaiban dunia, ada 28 finalis. Selain komodo, antara lain, yaitu Galapagos, Amazon, Angel Falls, Maladewa, Jeju Island, sungai bawah tanah Puerto Princesa, Laut Mati, Grand Canyon, dan Kilimanjaro.</p>
<p style="text-align:justify;">Komodo masuk kategori hewan langka dan endemik Flores. Komodo sudah menjadi milik warga ASEAN. Jika Komodo masuk kategori salah satu dari tujuh keajaiban dunia, Indonesia dan ASEAN akan diuntungkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : http://travel.kompas.com/read/2010/12/23/15400657/Posisi.Komodo.Makin.Kuat-4<br />
Doc. Source : http://files.5723.webnode.com/200000286-9e4ba9f458/Komodo.jpg</p>
<br />Filed under: <a href='http://jttcugm.wordpress.com/category/artikel-pariwisata/'>Artikel Pariwisata</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jttcugm.wordpress.com/1574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jttcugm.wordpress.com/1574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jttcugm.wordpress.com/1574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jttcugm.wordpress.com/1574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jttcugm.wordpress.com/1574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jttcugm.wordpress.com/1574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jttcugm.wordpress.com/1574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jttcugm.wordpress.com/1574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jttcugm.wordpress.com/1574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jttcugm.wordpress.com/1574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jttcugm.wordpress.com/1574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jttcugm.wordpress.com/1574/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jttcugm.wordpress.com/1574/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jttcugm.wordpress.com/1574/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1574&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jttcugm.wordpress.com/2010/12/28/posisi-komodo-makin-kuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b9aab71f21956ef471dfef5cb66d7f1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">jttcugm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/komodo.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Komodo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Pengembangan Kompetensi Bidang Pariwisata Bagi Perum Perhutani</title>
		<link>http://jttcugm.wordpress.com/2010/12/22/pelatihan-pengembangan-kompetensi-bidang-pariwisata-bagi-perum-perhutani/</link>
		<comments>http://jttcugm.wordpress.com/2010/12/22/pelatihan-pengembangan-kompetensi-bidang-pariwisata-bagi-perum-perhutani/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2010 05:02:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jttcugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dokumentasi Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jttcugm.wordpress.com/?p=1567</guid>
		<description><![CDATA[Program Pelatihan Pengembangan Kompetensi Bidang Pariwisata Bagi Perum Perhutani Tahun 2010 Filed under: Dokumentasi Kegiatan<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1567&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Program Pelatihan Pengembangan Kompetensi<br />
Bidang Pariwisata Bagi Perum Perhutani Tahun 2010<span id="more-1567"></span></p>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_1568" class="wp-caption aligncenter" style="width: 465px"><a href="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/p1020485_resize.jpg"><img class="size-medium wp-image-1568" title="Suasana Kelas Program Pelatihan" src="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/p1020485_resize.jpg?w=455&#038;h=340" alt="Suasana Kelas Program Pelatihan" width="455" height="340" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana Kelas Program Pelatihan</p></div>
<div id="attachment_1569" class="wp-caption aligncenter" style="width: 462px"><a href="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/p1020501_resize.jpg"><img class="size-medium wp-image-1569" title="Sesi Diskusi" src="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/p1020501_resize.jpg?w=452&#038;h=338" alt="Sesi Diskusi" width="452" height="338" /></a><p class="wp-caption-text">Sesi Diskusi</p></div>
<div id="attachment_1570" class="wp-caption aligncenter" style="width: 457px"><a href="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/p1020462_resize.jpg"><img class="size-medium wp-image-1570" title="Sesi Tanya Jawab Peserta" src="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/p1020462_resize.jpg?w=447&#038;h=335" alt="Sesi Tanya Jawab Peserta" width="447" height="335" /></a><p class="wp-caption-text">Sesi Tanya Jawab Peserta</p></div>
<div id="attachment_1571" class="wp-caption aligncenter" style="width: 454px"><a href="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/p1020509_resize.jpg"><img class="size-medium wp-image-1571" title="Ice Breaking" src="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/p1020509_resize.jpg?w=444&#038;h=332" alt="Ice Breaking" width="444" height="332" /></a><p class="wp-caption-text">Ice Breaking</p></div>
<br />Filed under: <a href='http://jttcugm.wordpress.com/category/dokumentasi-kegiatan/'>Dokumentasi Kegiatan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jttcugm.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jttcugm.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jttcugm.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jttcugm.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jttcugm.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jttcugm.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jttcugm.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jttcugm.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jttcugm.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jttcugm.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jttcugm.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jttcugm.wordpress.com/1567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jttcugm.wordpress.com/1567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jttcugm.wordpress.com/1567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1567&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jttcugm.wordpress.com/2010/12/22/pelatihan-pengembangan-kompetensi-bidang-pariwisata-bagi-perum-perhutani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b9aab71f21956ef471dfef5cb66d7f1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">jttcugm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/p1020485_resize.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Suasana Kelas Program Pelatihan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/p1020501_resize.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sesi Diskusi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/p1020462_resize.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Sesi Tanya Jawab Peserta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/p1020509_resize.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ice Breaking</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>80% Wisatawan ke Kendenglembu Asal Belanda</title>
		<link>http://jttcugm.wordpress.com/2010/12/22/80-wisatawan-ke-kendenglembu-asal-belanda/</link>
		<comments>http://jttcugm.wordpress.com/2010/12/22/80-wisatawan-ke-kendenglembu-asal-belanda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2010 04:32:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jttcugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jttcugm.wordpress.com/?p=1560</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Cottage di Kendenglembu Banyuwangi &#8211; Sekitar 80 persen wisatawan yang berkunjung ke PTP Nusantara XII Kebun Kendenglembu, Banyuwangi, Jawa Timur, berasal dari Belanda.Mereka pada umumnya adalah cucu para pengelola perkebunan di era pemerintahan kolonial Belanda,&#8221; kata Manajer PTP NUsantara XII Kebun Kendenglembu, Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, Anis Febriantomo, Selasa.Ia menjelaskan, kunjungan wisatawan asal Belanda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1560&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/kendenglembu-1.jpg"><img class="size-medium wp-image-1561" title="Kendenglembu 1" src="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/kendenglembu-1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Kendenglembu 1" width="300" height="225" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Cottage di Kendenglembu</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Banyuwangi &#8211; Sekitar 80 persen wisatawan yang berkunjung ke PTP Nusantara XII Kebun Kendenglembu, Banyuwangi, Jawa Timur, berasal dari Belanda.Mereka pada umumnya adalah cucu para pengelola perkebunan di era pemerintahan kolonial Belanda,&#8221; kata Manajer PTP NUsantara XII Kebun Kendenglembu, Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, Anis Febriantomo, Selasa.Ia menjelaskan, kunjungan wisatawan asal Belanda ke perkebunannya untuk bernostalgia karena mereka mendengar cerita dari orangtua maupun kakek-kakeknya yang pernah bekerja di Indonesia dulu.<span id="more-1560"></span></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mereka datang ke Indonesia ingin melihat dari dekat bagaimana leluhurnya bekerja dulu. Karena itu, mereka pada umumnya mengunjungi lokasi perkebunan dengan sarana produksinya,&#8221; tutur Anis. Selain wisatawan Eropa, khususnya asal Belanda, PTP Nusantara XII Kebun Kendenglembu juga dikunjungi wisatawan asal Asia, seperti Jepang, Korea dan Thailand.<br />
&#8220;Namun persentasenya sangat kecil dibanding wisatawan asal Belanda,&#8221; kata Anis menambahkan.<br />
Menurut dia, kunjungan wisatawan mancanegara ke Agrowisata Kebun Kendenglembu, terus meningkat tajam selama dua tahun terakhir.<br />
Bahkan tahun ini kunjungan wisman ke lingkungan kebun PTP Nusantara XII itu diperkirakan kembali meningkat.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/kendenglembu-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-1562" title="Kendenglembu 2" src="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/kendenglembu-2.jpg?w=224&#038;h=300" alt="Kendenglembu 2" width="224" height="300" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Kegiatan di lingkungan PTP Nusantara XII Kendenglembu</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">Tahun 2008 lalu, kunjungan wisatawan mancanegara ke objek agrowisata Perkebunan Kendenglembu, tercatat sebanyak 470 orang. Tahun 2009 turun menjadi 402 orang. Mudah &#8211; mudahan tahun ini kunjungan wisman ke sini bisa naik lagi. Atau paling tidak jumlahnya bisa seperti tahun lalu,&#8221; harap Anis Febriantomo.</p>
<p style="text-align:justify;">Peningkatan wisatawan mancanegara ke Perkebunan Kendenglembu ini, menurut Anis, tidak terlepas dari gencarnya promosi yang dilakukan pihak manajemen kebun dalam dua tahun terakhir ini.<br />
Salah satunya adalah melakukan pendekatan terhadap wisman yang sedang mengunjungi perkebunan ini untuk ikut menyebarluaskan potensi yang dimiliki perkebunan yang dulunya bernama L.M.O.D. David Berni (NV. Rubber Cultur Mij Kendenglembu Cs).</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu untuk lebih memaksimalkan lagi pendapatan dari sektor kepariwisataan itu, pihak manajemen PTP Nusantara XII Perkebunan Kendenglembu berencana tidak akan menjual objek serta atraksi wisata di perkebunan ini secara kolektif, tetapi akan dijual per paket.<br />
Sementara itu kunjungan wisatawan nusantara ke lokasi perkebunan ini justru mengalami penurunan bila pada tahun 2008 tercatat 328 orang, namun pada tahun 2009 hanya 55 orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun ini, PTP Nusantara XII Kebun kendenglembu mentargetkan pendapatan antara Rp22 juta hingga Rp100 juta. Namun pada akhir bulan Juli 2010 lalu, pendapatan target minimal sudah terlampaui sebesar Rp22 juta lebih.<br />
Selain menyediakan sarana penginapan yang memadai, Kebun Kendenglembu juga menawarkan keanekaragaman tanaman perkebunan sebagai daya tarik bagi wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Seperti tanaman karet, kakao edel, kakao bulk, aneka kayu dan tanaman semusim. Begitu pula dengan proses pengolahan karet dan kakao sebagai bagian dari atraksi yang sudah sulit ditemui para wisatawan di kota &#8211; kota besar. Apalagi di kawasan Perkebunan Kendenglembu juga masih ditemukan adanya tanaman &#8211; tanaman yang sekarang sudah terbilang langka, antara lain, tanaman gowok, nam &#8211; nam, dan juwet.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu salah seorang wisatawan Belanda, Edy Stehouwer yang sempat ditemui ANTARA mengungkapkan keinginannya melihat dari dekat perkebunan Kendenglembu karena kakeknya dulu pernah bekerja di lokasi perkebunan tersebut. Jadi kami datang untuk bernostalgia, dan kami bisa melihat dari dekat proses pembuatan karet seperti yang pernah dilakukan kakek kami dulu,&#8221; ucapnya bangga.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : http://id.news.yahoo.com/antr/20101221/tbs-80-persen-wisatawan-ke-kendenglembu-251e945.html<br />
Doc. :<br />
-. Kendenglembu 1 : http://www.antarajatim.com/UserFiles/imageberita/kendlembu3_06082010230804.jpg<br />
-. Kendenglembu 2 : http://www.bisnis-jatim.com/wp-content/uploads/2010/12/k22-pohon-karet-u-web.jpg</p>
<br />Filed under: <a href='http://jttcugm.wordpress.com/category/artikel-pariwisata/'>Artikel Pariwisata</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jttcugm.wordpress.com/1560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jttcugm.wordpress.com/1560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jttcugm.wordpress.com/1560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jttcugm.wordpress.com/1560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jttcugm.wordpress.com/1560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jttcugm.wordpress.com/1560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jttcugm.wordpress.com/1560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jttcugm.wordpress.com/1560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jttcugm.wordpress.com/1560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jttcugm.wordpress.com/1560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jttcugm.wordpress.com/1560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jttcugm.wordpress.com/1560/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jttcugm.wordpress.com/1560/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jttcugm.wordpress.com/1560/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1560&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jttcugm.wordpress.com/2010/12/22/80-wisatawan-ke-kendenglembu-asal-belanda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b9aab71f21956ef471dfef5cb66d7f1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">jttcugm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/kendenglembu-1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kendenglembu 1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/kendenglembu-2.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">Kendenglembu 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Niagara Kecil di Bandung</title>
		<link>http://jttcugm.wordpress.com/2010/12/21/niagara-kecil-di-bandung/</link>
		<comments>http://jttcugm.wordpress.com/2010/12/21/niagara-kecil-di-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Dec 2010 03:29:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jttcugm</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pariwisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jttcugm.wordpress.com/?p=1554</guid>
		<description><![CDATA[Adalah Air Terjun Malela (Malela Waterfall) yang menjadi Niagara kecil di Desa Cicidas, Bandung Barat, Jawa Barat. Meski belum terlalu dikenal secara luas dan berukuran jauh lebih kecil dari Niagara di Ontario dan New York, namun air terjun ini bisa menjadi andalan wisata alam yang terbaik. Curug Malela Air Terjun Malela memiliki ketinggian 60 meter [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1554&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Adalah Air Terjun Malela (<em>Malela Waterfall</em>) yang menjadi Niagara kecil di Desa Cicidas, Bandung Barat, Jawa Barat. Meski belum terlalu dikenal secara luas dan berukuran jauh lebih kecil dari Niagara di Ontario dan New York, namun air terjun ini bisa menjadi andalan wisata alam yang terbaik.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align:justify;">
<dl class="wp-caption  aligncenter">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/curug-malela.jpg"><img class="size-medium wp-image-1555" title="Curug Malela" src="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/curug-malela.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Curug Malela" width="225" height="300" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Curug Malela</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-1554"></span><br />
Air Terjun Malela memiliki ketinggian 60 meter dan lima anak tangga air terjun yang menakjubkan. Bahkan jika dilihat dari kejauhan, permukaan tempat ini tampak seperti bebatuan yang dilapisi benang sutra yang halus.<br />
Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang suka dengan petualangan. Membuat jejak di sekitar hulu Sungai Cidadap (di utara gunung Kendeng) menuju ke hutan perbukitan Gununghalu menjadi pengalaman yang penuh tantangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya akses perjalanan ke Air Terjun Malela tidak terlalu sulit, dengan menggunakan angkutan umum dari Bandung atau Sukabumi dan Cianjur, Anda bisa mencapai ke lokasi ini melewati pemandangan perkebunan teh yang begitu indah.<br />
Air Terjun Malela adalah air terjun yang memiliki tujuh rangkaian sepanjang satu kilometer. Mulai dari Air Terjun Malela, Air Terjun Katumiri, Air Terjun Manglid, Air Terjun Ngeubul, Air Terjun Sumpel, Air Terjun Palisir hingga Air Terjun Pamengpeuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Masing-masing air terjun itu memiliki karakteristik yang berbeda. Jika Anda berkunjung pada pukul 8:00-9:00 pagi, maka akan melihat pelangi di Air Terjun Katumiri. Sedangkan pada Air Terjun Ngeubul terdapat efek kabut dan suara yang menggelegar.<br />
Ada pun sebuah goa di belakang Air Terjun Manglid dan kawasan luas di bawah Air Terjun Sumpel. Untuk Air terjun Palisir bentuknya seperti Malela, hanya saja ketinggiannya lebih randah. Di sekitar Air Terjun Pameungpeuk telah ada muara Sungai Cidadap dan Cisoka yang terletak tidak jauh dari situ.</p>
<p style="text-align:justify;">Source : http://www.mediaindonesia.com/mediatravelista/index.php/read/2010/12/19/1847/2/Air-Terjun-Malela-Niagara-Kecil-di-Bandung<br />
Doc. Source : http://i376.photobucket.com/albums/oo201/predatorboss/CurugMalela043.jpg</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://jttcugm.wordpress.com/category/artikel-pariwisata/'>Artikel Pariwisata</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jttcugm.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jttcugm.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jttcugm.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jttcugm.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jttcugm.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jttcugm.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jttcugm.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jttcugm.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jttcugm.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jttcugm.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jttcugm.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jttcugm.wordpress.com/1554/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jttcugm.wordpress.com/1554/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jttcugm.wordpress.com/1554/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jttcugm.wordpress.com&amp;blog=2841247&amp;post=1554&amp;subd=jttcugm&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jttcugm.wordpress.com/2010/12/21/niagara-kecil-di-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b9aab71f21956ef471dfef5cb66d7f1?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">jttcugm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jttcugm.files.wordpress.com/2010/12/curug-malela.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Curug Malela</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
