Beranda > Artikel Pariwisata > Joop Ave: Tantangan Pariwisata 2009 kian Berat

Joop Ave: Tantangan Pariwisata 2009 kian Berat

JAKARTA–MI: Bekas menteri kebudayaan dan pariwisata Joop Ave berharap semua pemangku kepentingan dalam industri pariwisata mulai dari pemerintah, pelaku bisnis, hingga masyarakat bekerjasama memajukan pariwisata dalam negeri.

“Tahun 2008 pencapaian target-target industri pariwisata masuk kategori bagus, namun tahun depan (2009) tantangan akan semakin berat,” ujar Joop Ave saat memberi sambutan pada acara Malam Apresiasi Visit Indonesia Year 2008, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (23/12).

Di hadapan Menbudpar Jero Wacik, jajaran pejabat di lingkungan Departemen Kebudayaan Pariwisata, pelaku usaha pariwisata termasuk pimpinan media media massa, Joop menjelaskan bahwa industri pariwisata merupakan sektor yang secara tidak langsung paling banyak menyerap tenaga kerja.

“Jangan hanya mengungkapkan berapa jumlah wisman yang datang dan devisa yang masuk, tetapi yang paling penting dari itu adalah berapa jumlah penduduk yang hidupnya langsung atau  tidak bergantung pada industri ini,” ujar Joop.

Ia menjelaskan, industri pariwisata merupakan salah satu penyumbang terbesar terhadap pendapatan negara dan menjadi sektor yang bisa menciptakan lapangan kerja tidak terhingga jumlahnya. “Dengan demikian, sektor pariwisata bukan hanya tanggung jawab departemen saja, tetapi semua pihak yang terlibat di dalamnya harus,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa penilaiannya terhadap kinerja pemerintah, utamanya Depbudpar, dalam mengembangkan industri pariwisata juga merupakan mewakili pemikiran tiga mantan menteri kebudayaan dan pariwisata sebelumnya, yaitu Marzuki Usman, Abdul Latif, dan I Gede Ardhika.

Menurut catatan, sektor pariwisata tahun 2008 mencatat dua rekor baru yaitu jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan perolehan devisa. Jumlah wisman ke Indonesia hingga akhir 2008 diperkirakan mencapai 6.433.507 orang, naik 16,85 persen dibanding tahun 2007 yang sebanyak 5,5 juta orang.

Saat yang sama, sisi penerimaan devisa pariwisata pada 2008 juga mencapai rekor sekitar 7,65 miliar dolar AS, lebih tinggi dari pencapaian tertinggi tahun 2000 senilai 5,74 miliar dolar AS. Untuk tahun 2009, Depbudpar menargetkan jumlah wisman sebanyak 6,5 juta orang.

Menanggapi hal itu, Joop mengatakan, target VIY 2008 adalah tujuh juta wisman, namun hingga akhir tahun hanya mencapai 6,4 juta orang. “Namun, jika seperti dalam rapor target tujuh juta itu dianggap angka sepuluh, nilai rapor tahun 2008 adalah 8,5,” kata Joop, yang disambut tepuk tangan para hadirin.

Untuk itu diutarakannya, program-program VIY 2008 sudah sepantasnya dilanjutkan pada tahun mendatang. Seakan memberi resep, Joop dengan serius menyampaikan bahwa satu hal yang paling penting dalam memajukan industri pariwisata adalah menggalakkan sadar wisata terhadap seluruh masyarakat.

“Harus diingat bahwa yang dapat memajukan industri adalah bangsa kita sendiri, tidak bangsa lain. Jadi kunjungilah negerimu sendiri,” ujarnya. (Ant/OL-03)

Source : mediaindonesia.com

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: