Beranda > Rubrik Pesona Wisata > Strategi Persaingan Biro Perjalanan Wisata

Strategi Persaingan Biro Perjalanan Wisata

Saya seorang karyawan Biro Perjalanan Wisata di Jogja yang biasa menangani wisatawan asing. Akhir-akhir ini jumlah wisatawan asing yang masuk ke Jogja (Indonesia) sangatlah sedikit atau bahkan nyaris tidak ada. Sementara pimpinan kami tidak mau merubah strateginya kepada wisatawan domestik karena beliau belum terbiasa menangani paket-paket domestik,Hal lainnya dikarenakan travel kami kalah bersaing dengan travel-travel yang lebih dulu menangani wisatawan domestik. Akhir-akhir ini karyawan tempat kami sepertinya kehilangan motivasi diri dan perlu energi baru dan saya dengar JTTC memiliki paket training tersebut. Dan kami mohon bantuan JTTC untuk mengatasi permasalahan yang kami hadapi? 

Adhien, Pogung Kidul Yogyakarta
wadhien@yahoo.com

Bapak Adhien di Jogja, Terima kasih atas pertanyaan Bapak, mohon maaf apabila pertanyaan Bapak kami edit dikarenakan kolom rubrik kami terbatas.  Kami JTTC sadar sepenuhnya bahwa perusahaan Bapak sangatlah bergantung pada kunjungan wisatawan. Kalau Bapak berkesempatan mengikuti perkembangan pariwisata Indonesia yang pasang surut, memang agak mengkhawatirkan kita semua  Beberapa daerah di Indonesia cukup merasakan dampak peristiwa bom Bali, Sars dan perang Irak. Keadaan seperti ini memang perlu ditangani secara serius semua pelaku pariwisata dan pemerintah. Kebijakan pemerintah untuk mendorong tingkat kunjungan wisatawan lokal dengan memindah hari libur nasional sehingga menjadi libur yang panjang cukup membantu kalangan pariwisata.

Bapak Adhien yang kami hormati, sebenarnya setiap perusahaan haruslah memiliki semacam disaster plan (back up perencanaan/strategi apabila terjadi perubahan keadaan yang drastis akibat bencana atau keadaan diluar kendali manusia). Rencana seperti ini haruslah dipersiapkan secara jangka panjang dengan mempertimbangkan berbagai alternatif untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi/belum terjadi. Back up rencana/strategi seperti ini sangat diperlukan bagi perusahaan/instansi yang operasinya sangat bergantung pada situasi dan apabila situasi memburuk maka aktivitas perusahaan akan terganggu. Travel agent sangatlah memerlukan sistim ini, Bapak tidak perlu berpikir secara rumit untuk membuat perencanaan ini, secara sederhana cukup dengan mengidentifikasi berbagai kegiatan yang sering dilakukan travel Bapak dan memprediksi berbagai kemungkinan yang akan terjadi termasuk solusi untuk menghadapinya.
  
Mengenai travel agent Bapak yang kalah bersaing, dengan travel agent lainnya yang lebih dulu ‘bermain’ dengan wisatawan domestik. Sebenarnya banyak cara menghadapi pesaing dan masuk ke pasar. Pertama-tama Bapak harus mempelajari pesaing-pesaing  Bapak, termasuk pola-pola yang dilakukannya dalam memasarkan produknya. Untuk ini Anda perlu mengadakan riset kecil-kecilan yang mungkin dapat Bapak lakukan bersama rekan-rekan dikantor. Setelah itu Bapak dapat menetapkan strategi untuk masuk ke pasar yang sudah ada. Cara-cara yang dapat ditempuh pada bagian ini dengan  menawarkan produk (paket wisata) yang lebih baik dan memiliki ciri khas yang tidak ditawarkan oleh pesaing atau dengan menawarkan harga yang kompetitif pada calon konsumen atau pelanggan yang dianggap memiliki prospek, tentu saja semuanya harus melalui perhitungan keuangan yang matang. Cara lainnya dengan meningkatkan promosi dan kampanye pemasaran, buat lebih gencar dan atraktif sehingga konsumen dapat tertarik dan merasa terkesan dengan produk Bapak. Dan masih banyak strategi lainnya  yang dapat Bapak lakukan termasuk mencari celah-celah dimana pesaing Bapak tidak banyak ‘bermain’.

Mengenai motivasi kerja, banyak factor yang mempengaruhi atau bahkan menurunkan motivasi. Menurut hemat kami dalam kasus ini situasi kerja dan ketidakpastian merupakan suatu faktor utama yang menurunkan bahkan menghambat motivasi kerja. Perubahan suasana dari sibuk menjadi tidak sibuk termasuk bayangan sukses dimasa lalu merupakan satu kesatuan komponen yang mendominasi. Mengenai informasi training Bapak dapat mengikuti Achievment Motivation Training yang diselenggarakan JTTC dalam rangkaian Mega Training pada tanggal 7 Juni 2003 mendatang. Materi pada training tersebut lebih kepada peningkatan motivasi untuk mencapai tujuan dan mengembangkan arah dan strategi bisnis. Bapak dapat mendaftarkan diri di JTTC paling lambat 1 Juni 2003. Untuk lebih jelasnya mengenai informasi AMT dan training-training lainnya termasuk Public Relations, Marketing Communication dan Quantum Service dapat menghubungi kami di 0816 592791. Selamat Mencoba (IR/JTTC).

  1. Agustus 14, 2010 pukul 7:26 am

    Selamat siang pak.langsung saja pak,sebagai travel baru bagaimana caranya membuat program perencanaan marketing agar bisa bersaing dengan yang lain?dan bagaimana caranya kita mengetahui travel lain membuat sistim dan perencanaan marketingnyaagar bisa kita tampil beda? Trimakasih atas jawabanya pak.

    • jttcugm
      Agustus 16, 2010 pukul 2:58 am

      @ saudara Darmawani berikut, sedikit masukan mengenai langkah-langkah yang sekiranya dapat diaplikasikan mengenai Perencanaan Marketing :

      Langkah 1. Pahami Pasar dan Kompetisinya.

      Ini adalah kesalahan fatal yang sering dilakukan bisnis kecil. Mereka ingin segera mekitalai bisnis dan menawarkan produk atau jasa, tanpa terlebih dulu berusaha memahami target, dan apa yang mereka inginkan. Sebab, jika berusaha menjual produk yang tidak mereka inginkan, jangan harap mereka mau membelinya.
      Sebuah pasar yang menguntungkan, adalah pasar yang penuh dengan orang-orang yang begitu putus asa untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Hingga mereka akan berlari dan berebut untuk mendapatkan produk atau jasa yang anda tawarkan.
      Pasar seperti itu ibarat danau dengan ikan-ikan lapar. Kita cuma perlu melempar kail, dan mereka akan mengejar. Ibarat mangsa yang mengejar predator. Untuk memahami pasar, tanyakan hal berikut ini pada anda sendiri….
      • Masih ada tidak bagian dari pasar itu yang belum terpenuhi keinginannya secara maksimal?
      • Apa kita bisa menghasilkan cukup banyak uang jika menyediakan produk atau jasa di pasar itu?
      • Berapa banyak yang harus kita lakukan agar bisa menang?
      • Seberapa berat kompetisi yang harus dihadapi?
      • Kelemahan apa yang dimiliki para pesaing, agar bisa dimanfaatkan?
      • Apakah target menginginkan kompetisi yang ku tawarkan?
      • Apakah sudah sesuaikah kompetensi SDM yang menjalankan kegiatan tersebut?

      Langkah 2. Pahami Konsumen.

      Mengenali konsumen secara mendalam adalah langkah awal untuk menghasilkan penjualan. Sampai kita benar-benar tahu siapa targetnya, apa yang mereka inginkan, dan apa yang bisa memotivasi mereka untuk membeli, maka kita takkan bisa membuat perencanaan marketing yang efektif.
      Untuk bisa menjual, kita harus benar-benar paham mengenai apa yang mereka inginkan, bukan butuhkan. Jangan keliru membedakannya. Sebab, antara keinginan dan kebutuhan itu beda. Jarang orang yang membeli karena merasa butuh. Tapi orang pasti akan membeli apa yang mereka mau (kalo perlu ngutang), betul?

      Langkah 3. Pilih Sebuah Niche.

      Jika kita berkata bahwa target kita adalah “siapa saja”, maka sepertinya tak seorangpun yang akan menjadi konsumen kita. Dunia bisnis adalah dunia yang kompetitif, kita akan relatif lebih mudah bertahan dan berkembang jika memilih pasar yang lebih sempit, ketimbang berusaha menang di pasar yang sangat luas.
      Cari sebuah niche yang kecil dan sempit, berusahalah untuk mendominasinya. Baru kemudian kita mempertimbangkan untuk mencari niche berikutnya. Pastikan juga untuk memilih niche yang membuat kita tertarik. Tidak ada yang lebih destruktif selain memilih niche yang tidak bisa membuat kita terus merasa tertarik.

      Langkah 4. Tentukan Pesan-pesan Marketing.

      Pesan-pesan marketing kita tidak cuma bertujuan untuk memberitahu target mengenai apa yang kita lakukan, tapi juga berusaha untuk meyakinkannya agar menjadi konsumen kita. Ada dua macam pesan yang harus kita kembangkan.
      Yaitu:
      • Pertama, pesan-pesan yang singkat dan langsung ke sasaran (to the point). Pesan-pesan ini untuk menjawab pertanyaan “So, apa yang kita lakukan?”
      • Yang kedua, yaitu pesan-pesan yang lengkap dan berisi sekitar materi marketing dan promosi.

      Langkah 5. Tentukan Media Marketing Kita.

      Media yang akan menjadi kendaraan untuk mengantarkan pesan-pesan marketing kita. Sangat penting untuk mencari dan memilih jenis media yang memberikan hasil tertinggi tapi dengan biaya terendah. Triknya adalah menyesuaikan antara pesan-pesan marketing, target, dan media yang digunakan.

      Lankah 6. Tentukan Target Penjualan dan Tujuan Marketing.

      Target atau goal merupakan hal yang kritis bagi kesuksesan kita. Sebuah harapan adalah target atau goal yang belum dituliskan. Dan jika kita belum menuliskan apa yang menjadi target kita, berarti kita cuma berharap untuk sukses. Pastikan bahwa goal kita itu: masuk akal, terukur, bisa tercapai, realistik, dan ada batas waktunya.

      Langkah 7. Perkirakan Marketing Budget.

      Perkiraan ini bisa perkiraan kasar maupun bersih, tergantung seberapa detail kita menginginkannya. Akan bagus pula jika kita memulainya dengan perkiraan kasar terlebih dulu. Baru kemudian menyertakan detail-detailnya.
      Misalnya kita bisa memulainya dengan cara membuat perkiraan mengenai berapa banyak waktu, tenaga, dan biaya dibutuhkan untuk mendapatkan seorang konsumen. Lalu memperhitungkan berapa keuntungan yang akan kita dapat. Dari perkiraan itu kita bisa menentukan berapa banyak investasi yang ingin kita tanamkan.
      Mungkin itu sedikit bisa membantu saudara Darmawandi kurang lebihnya kami tunggu masukannya. Terima kasih

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: