Beranda > Artikel SDM > TQM dan Manajemen Perubahan

TQM dan Manajemen Perubahan

Seorang Direktur Personalia direkrut dan diberi tugas untuk mengatur perubahan pada orang-orang dan “attitudes” mereka. Setelah beberapa “program” ditujukan dalam penerimaan perubahan yang diperlukan, termasuk sebuah struktur baru untuk organisasi, sistem penilaian seorang staff  yang berhubungan dengan pembayaran, program-program pelatihan untuk merubah dan survey-survey pertanyaan, perubahan sangat kecil sering terjadi didalam actual organizational behaviour. Tipe masalah ini sangat biasa terjadi pada organisasi yang menginginkan suatu perubahan. Pasar tempat perubahan dan aturan-aturan bisnis yang berbeda. Dalam situasi ini banyak perusahaan mengakui ada kenginan untuk meninggalkan autocratic management style,dengan aturan-aturan formal dan prosedur hirarki, dan demarkasi kerja yang sempit. Beberapa mencoba membentuk tim, mewakilkan dan memperbaiki komunikasi.

Di beberapa organisasi besar dimana total quality telah digunakan secara baik dan membawa efek perubahan. Manajemen senior tidak fokus pada struktur formal dan sistem, tetapi membuat tim-tim process-management, untuk memecahkan masaslah organisasi atau bisnis yang sebenarnya. Kunci sukses  pada area ini adalah menentukan pekerja-pekerja bisnis. Peran dan tanggungjawab mereka pada organisasi dan prosesnya. Ini adalah inti dari process mapping atau penentuan total quality.

Jika kita menciptakan tanggungjawab baru untuk mereka, peran tim, dari sebuah proses pada lingkungan. Sebuah situasi baru akan berkembang. Salah satunya akan memaksa proses kerja dan perhatian mereka. Ini akan merubah budaya. Teamwork  sebuah bagian khusus yang penting dari model TQ pada tahapan yang membawa perubahan. Komitmen adalah sebuah elemen kunci dari pendukung untuk the high-levels of co-operation,inisiatif, dan usaha yang diperlukan untuk memahami dan bekerja di the labyrinth of processes existing didalam sebagian besar organisasi.

Halangan ke implementasi

Beberapa perlawanan terhadap TQM adalah tipe perlawanan terhadap beberapa perubahan. Perlawanan ini akan lebih keras jika organisasinya adalah organisasi yang sukses. Jika ada deep-seated culture khususnya. Jika ada perjanjian yang besar terhadap peribahan, atau jika perusahaan kehilangan legitimasinya.
Metode-metode untuk menanggulangi perlawanan terhadap perubahan merupakan subyek yang sebagian besar terdapat dalam buku ini, tapi metode-metode ini termasuk :
    Pendidikan dan komunikasi
    Partisipasi dan keterlibatan
    Fasilitas dan dukungan
    Negosiasi dan perjanjian

Memilih Pendekatan Yang Benar
Pada  dasarnya ada dua pendekatan tehadap implementasi TQM dan pilihan yang benar untuk metode ini adalah penting untuk memperkecil perlawanan. Dua tipe ini adalah :
1.    Pendekatan the “Blitz”, dimana seluruh organisasi, didalam arus keadaan “bussiness as usual”, dibuka sangat cepat terhadap TQM, dan pendekatan massa, atau bahkan hype, dimulai.
2.    pendekatan the Slow, pendekatan dengan maksud tertentu dikarenakan setahap demi setahap berubah kemudian menggantikan tempatnya, jadi “bussines as usual” menjadi Total Quality Management.

Diambil dari Judul Laporan:
IMPLEMENTASI DARI TOTAL QUALITY MANAGEMENT DAN MANAJEMEN PERUBAHAN

Penulis
1.    Hairullah Gazali
2.    Sulistyo Budi D
3.    Meryem Noventina
4.    Devi Erna

Kategori:Artikel SDM Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: