Beranda > Artikel SDM > Aplikasi Competency Based Training Dalam Dunia Industri

Aplikasi Competency Based Training Dalam Dunia Industri

Competency Based Training (CBT) (COSTAC, 1990) memberikan tekanan pada apa yang dapat dilakukan oleh seseorang sebagai hasil dari pembelajaran (outcomes) dan juga memberikan penekanan pada keterlibatan peserta selama proses pembelajaran (input). Hal ini berbeda dengan pendekatan tradisional yang lebih memberi tekanan pada jumlah kehadiran dalam pembelajaran saja (input) (COSTAC, 1990)CBT lebih kepada ”Criterion Referenced” yang berhubungan dengan proses pencapaian dan demontrasi pengetahuan, pengetahuan spesifik serta tindakan yang dilakukan individu daripada ”norm referenced” yang berkaitan dengan pencapaian individu secara relatif terhadap yang lainnya di dalam kelompok.

Beberapa prinsip yang ditemukan oleh COSTAC (Commonwealth/State Training Advisory Committee) dalam Intoduction to Competency Based Training adalah:

  1. Sistem CBT meliputi semua klasifikasi pekerjaan dan gambaran kerja organisasi serta desain pekerjaan yang berhubungan dengan restrukturisasi penghargaan.
  2. Merupakan awal penataan dari klasifikasi lama menjadi klasifikasi baru dimana pencapaian keterampilan sebagai dasar bagi pengukuran kompetensi.
  3. CBT akan mendukung dalam pembentukan dan pengenalan profil pekerja secara individu dalam hal peningkatan keterampilan.
  4. Standar yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan  dan sikap yang dapat dinyatakan secara terminologi kualitatif dan terminologi kuantitatif. Dengan penerapan pendekatan yang beragam dan ditentukan oleh industri.
  5. CBT tidak berhubungan dengan identifikasi periode nominal pembelajaran.

Sebagai salah satu komponen dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi, dibutuhkan standar kompetensi. Standar kompetensi dapat diartikan sebagai suatu ukuran  atau patokan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang harus dimiliki oleh seseorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan. Standar kompetensi dibuat karena adanya kebutuhan perusahaan dalam pengelolaan SDM baik yang telah bekerja atau yang akan dicari sehingga SDM yang telah dimiliki perusahaan tersebut memeiliki kualitas yang terbaik dan sesuai. Saat ini standar yang telah ditetapkan adalah Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Artikel: Copyright JTTC UGM 2009

Kategori:Artikel SDM
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: