Beranda > Rubrik Pesona Wisata > Budaya Carok Madura

Budaya Carok Madura

Saya seorang penggemar sebuah acara wisata di salah satu televisi swasta. Kebetulan beberapa waktu lalu acara tersebut menayangkan budaya Madura termasuk beberapa tempat yang ada di kepulauan tersebut. Tetapi sayang sekali Saya hanya mendapatkan bagian akhir dari cerita saja, sehingga saya penasaran untuk mengetahui lebih lanjut daerah tersebut terutama mengenai budaya caroknya itu. Mohon penjelasan JTTC mengenai budaya Carok Madura, Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawaban yang akan diberikan JTTC kepada Saya? Mohon informasi juga dimana Saya bisa mendapatkan pesona wisata minggu yang lalu.
Anislucky@yahoo.com

Saudari Anis di Yogyakarta, terima kasih atas pertanyaan yang telah Saudari ajukan kepada kami mengenai budaya Madura. Pulau Madura merupakan salah satu pulau yang berlokasi di Propinsi Jawa Timur dimana rata-rata etnis madura berdiam. Madura, hanya salah satu pulau kecil dari 13 ribuan pulau yang ada di Indonesia. Pulau Madura terdiri dari empat kabupaten yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Namun pulau yang penduduknya hanya sekitar tiga juta jiwa itu, menjadi unik karena sampai kini tetap memegang sebuah tradisi untuk mempertahankan harga diri. Carok, tradisi membela harga diri yang berbau kekerasan. Istilah carok sendiri saat ini sudah mulai akrab ditelinga kita, bahkan beberapa media cetak dan kaca telah mengadopsi kata-kata ini setara dengan bahasa Indonesia. Dibeberapa daerah yang rata-rata penduduknya mayoritas Madura pun menggunakan kata carok ini sebagai makna perkelahian biasa.

Dari beberapa sumber dan pengalaman yang kami alami, carok biasanya hanya terjadi di kalangan masyarakat bawah atau dalam bahasa maduranya oreng kenek yang dalam hidup kesehariannya biasa memakai bahasa mapas (kasar). Sejak kecil warga Madura di pedesaan sudah menggunakan bahasa mapas, sebab dengan bahasa ini mereka lebih leluasa mengutarakan keinginan, termasuk melontarkan caci maki atau sumpah serapah sehingga dalam hubungannya itu bahasa mapas memiliki relasi cukup signifikan ikut melestarikan carok di Madura. Namun akhir-akhir ini kegiatan carok mulai berkembang kekalangan menengah bahkan kalangan pejabat pemerintahan.
Dalam hal carok orang Madura tidak peduli dengan proses bagaimana carok itu harus dilaksanakan, tetapi yang penting salah satu harus dikalahkan. Memang dalam tradisi carok dikenal dua cara ngonggai dan nyilep. Cara pertama biasa dilakukan orang yang merasa malu pergi mendatangi rumah lawan dan mengajak tarung sampai salah seorang cedera atau meninggal. Cara kedua nyilep dilakukan bila sang musuh yang telah membuat rasa malu dianggap lebih jago, sehingga  carok harus dilakukan dengan mencari waktu lengahnya.

Saudari Anis, dalam beberapa kasus, carok tidak hanya terjadi satu lawan satu saja, melainkan bisa jadi orang yang dipermalukan bisa minta bantuan sanak saudaranya. Bahkan, di sebagian Madura Timur, carok dilakukan dengan gu’ teggu’an sabbu’ (memegang ikat pinggang) dimana duel masing-masing dengan tangan kiri memegang ikat pinggang lawan dan tangan kanan saling membacokkan senjata.

Dari beberapa sumber dan pengalaman, bukan berarti setiap tindakan perkelahian bagi warga Madura disebut carok tanpa ada rasa malu dan dilakukan oleh laki-laki. Carok berbeda dengan mate’e oreng (membunuh orang), yang biasa terjadi pada kasus-kasus kriminal. Tidak semua pembunuhan itu carok, tetapi secara hukum KUHP kegiatan Carok ini  sama dengan dengan tindakan kekerasan lainnya yang menentang hukum dan perundang-undangan

Dari sisi budaya memang kegiatan carok ini sebenarnya merupakan wujud dari pembelaan diri atau tanggungjawab terhadap sebuah permasalahan. Dominasi kegiatan  carok ini  lebih mengarah pada unjuk kekuatan fisik untuk menyelesaikan masalah ketimbang musyawarah untuk mencapai mufakat. Hal lainnya yang cukup menonjol dari kegiatan carok ini lebih kepada proses sosial yang terjadi dimana jalinan kekeluargaan dan dukungan akan terjadi. Pada Kegiatan ini nilai kebersamaan memegang peranan penting diatas segala-galanya.
Mengenai arsip pesona wisata dapat Saudari akses di http://www.kedaulatan-rakyat.com atau http://www.tasteofjogja.com. Dikedua website tersebut Saudari dapat menggunakan fasilitas searchengine. Selamat mencoba (Hairullah Gazali-JTTC)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: