Beranda > Rubrik Pesona Wisata > Keamanan dari Kebakaran Dan Bom

Keamanan dari Kebakaran Dan Bom

Beberapa lalu di Indonesia telah terjadi bom yang mengurangi rasa aman untuk tinggal di hotel.. Kami sebagai karyawan hotel merasa perlu untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana prosedur keamanan dalam menghadapi Bom di hotel? Mohon penjelasan JTTC?

Rendy K, andies80@yahoo.com

Menyikapi beberapa kejadian termasuk bom yang terjadi di Bali dan Hotel JW Marriot  beberapa waktu lalu, serta yang terakhir di depan Kedutaan Besar Australia. Maka atas permintaan beberapa pembaca, kami akan menyampaikan prosedur penanganan keaadaan darurat di Hotel atau bangunan lainnya apabila terjadi keadaan darurat. Prosedur ini untuk dapatnya disosialisasikan pada tamu hotel atau staf.
Pembaca, beberapa keadaan darurat meliputi ancaman bom, pelanggan yang cacat mental, kecelakaan, perampokan, kebakaran, penodongan serta kejadian-kejadian fisik lainnya misalnya: gempa bumi, banjir. Pembaca, apabila saudara menghadapi keadaan darurat di hotel atau gedung lainnya yang pertama harus dilakukan adalah tetap tenang dengan tetap mengusai keadaan, selalu siaga menghadapi keadaan, mengikuti instruksi keamanan dari petugas keamanan. Apabila pembaca mendengar suara alarm berusahalah untuk keluar melalui pintu darurat dengan terus meningkatkan kewaspadaan. Setiap memasuki gedung atau hotel ada baiknya  mengenali dimana letak pintu darurat untuk berjaga-jaga.
Pembaca setia pesona wisata, prosedur selanjutnya kami berikan untuk telephone operator atau recepsionist penerima telepon apabila menerima panggilan dalam bentuk ancaman atau peringatan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh si penelpon. Kedua, perhatikan bagaimana si penelpon menyampaikan ancamannya (cara menyampaikannya) termasuk aksen atau vocal  bahasa yang digunakannya (aksen lokal : Jawa, Madura, Batak). Ketiga, perhatikan background suara disekitar si penelpon termasuk suara kereta, pesawat, lonceng gereja, adzan, keempat berusahalah untuk mencatat point-point yang disampaikan, kelima berusahalah untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya dari si penelpon. Point utama bagi seorang operator telephone pada posisi ini adalah tetap tenang termasuk pada saat menyampaikannya pada pihak atasan.
Di hotel, tidak hanya ancaman bom saja melainkan penyelamatan terhadap bahaya kebakaran dan pencurian juga penting untuk diperhatikan. Beberapa hal-hal khusus harus dicakup dalam rencana keselamatan jika terjadi kebakaran di hotel adalah sebagai berikut: (1) pemeriksaaan tempat-tempat yang rawan kebakaran dan langkah-langkah segera memperbaikinya (2) menyiapkan beberapa uraian singkat tentang sistim alarm kebakaran (3) Identifikasi tempat-tempat yang rawan terjadi kebakaran, titik-titik sumber penyemprotan air, alat deteksi asap dan panas serta beberapa alat pelindung ketika kebakaran (4) Siapkan daftar orang-orang yang dapat dihubungi, jika terjadi kebakaran atau keaadan darurat lainnya (5) Pengaturan rencana evakuasi untuk tamu termasuk rencana tempat berkumpul jika terjadi kebakaran atau bahaya.
Informasi keselamatan kebakaran yang menunjuk jalan-jalan darurat, pintu-pintu darurat, lokasi alarm kebakaran dan instruksi keluar dari bangunan hotel dan sarana-sarana penyelamatan jika terjadi kebakaran harus tersedia disetiap kamar tamu hotel dan dipajang di tempat-tempat umum misalnya Ballroom, Koridor, Meeting Room, Toilet dan restoran. Perhatian secara istemewa harus diberikan untuk meningkatkan system penyelamatan kebakaran pada saat gedung hotel sedang dibangun / penambahan bangunan baru misalnya dengan membangun tangga pelindung darurat atau mengubah system pengadaan alat-alat pemadam kebakaran ke produk-produk pabrik yang baru jika mungkin.
Kamar-kamar untuk tamu penderita cacat ditempatkan sedekat mungkin ke lingkungan tempat resepsionis untuk mempermudah evakuasi. Receptionist harus terus memeriksa daftar tamu penderita cacat yang terdaftar sehingga mereka dapat diberikan bantuan secepatnya.
Untuk mencegah terjadinya pencurian harus dimulai dengan pengawasan seksama dan terus menerus. Anggota staf resepsionis sangat berperan dalam keamanan karena posisi mereka memang mudah mencermati semua tamu yang keluar masuk hotel. Didepan hotel atau sekitar resepsionis, di pintu belakang dan ditempat parkir perlu system lampu penerang yang cukup baik untuk mencegah pencuri. Pada malam hari, pintu-pintu masuk harus dikurangi seperlunya (iroel/JTTC)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: