Beranda > Rubrik Pesona Wisata > Standar Pembuatan Media Promosi Pariwisata

Standar Pembuatan Media Promosi Pariwisata

Perkenalkan nama saya Noer Cholik, saya adalah mahasiswa UGM Fakultas Geografi. Saat ini saya sedang menyelesaikan tugas akhir dan tema yang saya ambil adalah tentang pariwisata. Yang ingin saya tanyakan disini adalah bagaimana cara memasarkan produk wisata dalam hal ini Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW). Selain itu saya juga ingin mengetahui standar pembuatan leaflet/brosur pada sarana promosi pariwisata. Atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.
Noer.cholik@mail.ugm.ac.id, mahasiswa Fakultas Geografi UGM.

Saudara Noer Cholik di Yogyakarta terima kasih atas pertanyaan yang diajukan kepada kami melalui e-mail mengenai standar pembuatan leaflet atau brosur pariwisata. Memang banyak hal yang harus kita perhatikan agar bahan promosi pariwisata yang kita buat lebih informatif dan menarik. Sebenarnya satu hal yang paling pokok dalam penyusunan sebuah brosur promosi, baik brosur pariwisata maupun non pariwisata bahwa brosur yang kita buat mampu berbicara dan membujuk agar calon konsumen dapat mencoba atau menggunakan produk kita. Saudara Noer Cholik, dalam menyiapkan brosur, leaflet atau bahkan media online banyak unsur yang harus kita perhatikan diantaranya berhubungan dengan persiapan desain dan lay out brosur, pengambilan dan seleksi foto, penyusunan materi bahkan sampai pada proses pencetakan dan yang terakhir finishing. Sebelum kita berbicara lebih jauh, satu hal yang harus saudara ketahui bahwa produk pariwisata merupakan produk pelayanan yang sifatnya abstrak (intangible) dimana proses produksi terjadi bersamaan dengan proses konsumsi. Keberhasilan sebuah produk pariwisata sebagai wujud dari pelayanan prima yang diperoleh wisatawan  dalam totalitas selama berkegiatan.

Dalam penyajian informasi pariwisata atau promosi pariwisata terdapat beberapa unsur dan penekanan yang dapat ditonjolkan diantaranya (1) informasi obyek dan daya tarik wisata termasuk sarana pendukung (2) Informasi kegiatan wisata (3) Informasi umum lainnya. Ketiga unsur ini disajikan dengan proporsi yang ideal dengan tetap mempertimbangkan keunggulan masing-masing unsure namun kecenderungan saat ini sebaliknya seringkali terjadi pada bahan-bahan promosi pariwisata yang ada. Penyajian masing-masing unsur yang tidak ideal. Belum lagi, jika kita berbicara  penyajian dari sisi bahasa dan porsi antara tulisan dan gambar yang tidak seimbang. Kecenderungan brosur atau leaflet yang ada berusaha untuk menyajikan informasi dalam bentuk tulisan sebanyak-banyaknya sehingga kadangkala kurang informative dan menarik.

Satu hal yang tidak kalah penting dalam menyiapkan brosur atau leaflet pariwisata yaitu penyiapan desain grafis. Banyak pihak beranggapan bahwa menyiapkan desain graphis merupakan hal yang mudah. Namun kalau kita perhatikan kelemahan pada bahan-bahan promosi pariwisata kita, rata-rata terletak pada penyajian desain grafis yang kurang menarik. Beberapa langkah yang dapat kita tempuh dalam mempersiapkan desain grafis. (1) menentukan desain grafis apa yang akan dibuat termasuk pemilihan tema desain dan nuansa warna yang akan ditonjolkan (2)  Kita harus tahu secara pasti, apakah kita akan membuat brosur / Leaflet, poster, atau web, karena masing-masing memiliki tema yang berbeda dengan sentuhan yang berbeda pula. (3) Hal lainnya yang tidak kalah penting dalam  mendesain yaitu pemilihan software yang tepat  seperti Microsoft Word, Microsoft Publisher, CorelDraw, Adobe atau bahkan Adobe Photoshop untuk pengolahan foto. Penggunaan software yang tepat akan berpengaruh pada hasil akhir dari brosur atau leaflet yang akan kita buat.

Saudara Noer Cholik, brosur termasuk media visual  yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indra penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan dalam simbol-simbol komunikasi visual. Fungsi dari brosur antara lain adalah agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien. Disamping itu brosur berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta-fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digrafiskan.

Komponen lainnya yang tidak kalah  penting  adalah penggunaan foto dalam brosur atau leaflet. Dalam kapasitas ini penggunaan foto cerita yang menyajikan serangkaian foto dengan cara bertutur seperti pada sebuah prosa, menyajikan pembuka, isi atau batang tubuh dan penutup yang mengesankan sangatlah efektif.  Materi foto cerita sering kali diangkat dari pengalaman individu yang bernilai universal. Esai foto juga merupakan gabungan beberapa foto dalam satu tema, dan mempunyai tema/ topik perhatian yang lebih luas. Tak selalu gabungan beberapa foto yang ditampilkan sekaligus merupakan esai foto, beberapa foto yang diambil dari suatu sudut kejadian yang berlangsung beberapa detik dapat juga di definisikan sebagai esai foto.

Saudara Noer Cholik, penggunaan esai foto ini sangatlah penting agar brosur dan leaflet yang kita buat mampu berbicara dan membujuk calon wisatawan untuk berkunjung sehingga gambar-gambar tersebut bekerjasama untuk memperkaya tema. Foto-foto tersebut tidak bisa lagi dipandang sebagai foto tunggal sebuah obyek namun merupakan rangkaian. Selain itu dalam pembuatan sebuah media promosi pariwisata, ide kreatif dari pembuat sangatlah berperan agar media promosi tersebut mampu “berbicara” ketika disebarluaskan. (Hairullah Gazali-JTTC)

  1. amos
    Februari 21, 2010 pukul 10:06 am

    dimana bisa diperoleh/ beli buku ajar tentang usaha biro wisata dan kiat mencari konsumen ?
    trimakasih atas tanggapannya
    salam
    amos

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: