Beranda > Rubrik Pesona Wisata > Usaha Kerajinan

Usaha Kerajinan

Nama saya Ibu Erni, saat ini saya sedang berusaha mengembangkan usaha kerajinan souvenir yang kami kerjakan secara turun temurun bersama keluarga saya. Saat ini kesulitan yang saya alami untuk mengembangkan bisnis tersebut karena banyaknya pesaing dan naiknya harga bahan baku akibat BBM.  Padahal kan jumlah karyawan saya cukup banyak (20 orang). Mohon bantuan JTTC  untuk ikut serta memecahkan masalah yang saya alami , karena kalau tidak salah beberapa waktu lalu JTTC menyelenggarkan pelatihan pengusahaan kerajinan. Beberapa tahun lalu sebelum krismon saya sempat punya showroom di sebuah hotel di Yogyakarta, tapi saat ini tutup karena ongkos sewanya tidak sesuai dengan pemasukan dan kunjungan wisatawan asing sudah mulai menurun.

Erni Sulistyani Hartono
Perumahan Jambusari, Condongcatur, Depok Sleman.

Terima kasih atas pertanyaan yang Ibu ajukan kepada kami mengenai pengembangan usaha kerajinan. Pada prinsipnya untuk menjadi sukses di bisnis atau usaha apapun diperlukan semangat untuk maju, ketelatenan, fokus terhadap usaha dan yang paling penting adalah selalu inovasi. Selain itu semangat kewirausahaan harus terus dipegang karena bagaimanapun tantangan di dunia usaha cukup keras sehingga diperlukan daya tahan kuat.

Ibu, kalau boleh kami memberikan pendapat jumlah pesaing bukanlah masalah dalam berbisnis, sejauh iklim yang dibangun oleh pesaing-pesaing Ibu adalah iklim persaingan yang sehat. Justru dengan munculnya banyak pesaing usaha yang kita bangun akan lebih cepat dewasa karena, otomatis keadaan tersebut akan mendorong untuk berinovasi. Banyak cara  untuk menyikapi persaingan dalam dunia usaha diantaranya memperlebar jalur distribusi, memperluas jaringan pemasaran, dan yang paling penting lagi menciptakan keunggulan dari produk yang kita miliki.

Sebenarnya kenaikan harga  bahan baku dapat disiasati dengan mencari bahan baku subtitusi atau alternatif lainnya untuk mengganti bahan baku yang saat ini Ibu pakai (mohon maaf ibu tidak menyebutkan usaha ibu saat ini lebih spesifik). Cara lainnya, yang dapat  ditempuh yaitu untuk dapatnya mencari sumber langsung bahan baku yang Ibu pakai atau paling tidak mencari distributor pertama  untuk memangkas biaya pembelian.

Ibu Erni, jumlah karyawan yang banyak memang kadangkala akan memberatkan perusahaan apabila tidak seimbang dengan jumlah permintaan atau produksi yang dihasilkan. Apalagi kalau sistem pembayaran karyawan diberlakukan sistem pembayaran yang fix sehingga beban Ibu tiap bulannya menjadi besar. Ibu, sebenarnya banyak cara untuk tetap berproduksi dengan baik termasuk dengan menggunakan metode outsourcing yang lebih memanfatkan  sumber-sumber dari luar pada saat kita membutuhkan sumber-sumber tersebut saja.

Selain itu diperlukan strategi yang jitu untuk menyerang pesaing-pesaing Ibu karena strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus dilakukan berdasarkan sudut pandang apa yang diharapkan pelanggan dimasa depan. Dengan demikian perencanaan strategi hampir selalu dimulai dari “apa yang dapat terjadi” bukan dimulai dari “apa yang terjadi”. Strategi lebih bersifat tujuan jangka panjang perusahaan serta pendayagunaan dan alokasi dari semua sumber daya yang penting untuk mencapai tujuan tersebut, termasuk sumber daya manusia.

Pengembangan strategi itu sendiri meliputi pertama, pengembangan strategi manajemen yaitu pengembangan strategi yang berorientasi pada hal-hal yang bersifat makro misalnya strategi pengembangan produk, strategi penetapan harga, strategi akuisisi, strategi pengembangan pasar, termasuk strategi keuangan. Strategi yang kedua yaitu strategi yang berhubungan dengan investasi. Dalam konteks ini, berhubungan dengan kemampuan perusahaan untuk  melakukan strategi pertumbuhan yang agresif atau berusaha mengadakan penetrasi pasar seluas-luasnya, termasuk strategi bertahan. Ketiga yaitu strategi bisnis. Pada tahapan ini orientasi strategi lebih mengarah pada fungsi-fungsi kegiatan manajemen dan berhubungan dengan strategi pemasaran, strategi produksi atau operasional, strategi distribusi dan  strategi organisasi. Ketiga bagian dalam pengembangan strategi tersebut haruslah dijalankan seirama dalam perusahaan agar fungsi-fungsi perusahan berjalan dengan baik (Hairullah Gazali-GA/JTTC)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: