Beranda > Artikel Pariwisata > Membangun Bisnis Mini Resto

Membangun Bisnis Mini Resto

KOMPAS.com/  Juni 17/09 – Belakangan ini banyak sekali bermunculan mini resto alias restoran skala kecil. Sebenarnya tren ini tidak lepas dari makin meningkatnya gaya hidup masyarakat. Jadi, buat Anda yang berminat menekuni bisnis ini, peluang masih cukup terbuka. Baik membuka mini resto sendiri atau dengan membeli sebuah waralaba, pilihan ada di tangan Anda. Semua ada kelebihan dan kekurangannya.

Harus enak

Karena bisnis ini restoran mini, tentu Anda tak membutuhkan tempat luas. Ruko kecil, gerai mini di pusat perbelanjaan, garasi, atau pun halaman rumah, bisa disulap menjadi tempat usaha. Nah, untuk lokasi, ada satu hal yang perlu Anda perhitungkan, yaitu lokasi harus cukup strategis. Meski berada di pusat perbelanjaan, jika lokasinya kurang menguntungkan tentu akan sepi pengunjung.

Yang juga perlu diingat, apa pun bentuk mini resto, Anda perlu tahu kebutuhan konsumen, yaitu makanan yang enak di lidah. Jika rasa dari makanan yang disajikan biasa, kemungkinan besar pengunjung hanya akan datang sekali saja. Ehm… agak susah, ya? Begitu lah bisnis makanan. Jika terasa kurang sedap, usaha Anda bisa tidak laku.

Setidaknya, Anda punya 2-3 menu andalan atau khas. Akan lebih menarik jika setiap periode tertentu Anda memperkenalkan menu baru dan kemudian mempromosikannya. Ini bisa membuat para tamu makin penasaran berkunjung ke resto Anda.

Cozy
Jangan lupa, sesuaikan juga menu di resto Anda dengan kebutuhan pengunjung. Misalnya, jika makanan yang ditawarkan jenis “makanan berat”, Anda bisa membuat mini resto khusus steak. Anda tidak perlu memakai daging sapi impor. Cukup daging lokal saja. Dengan begitu, harga yang Anda berikan pada pengunjung pun terjangkau. Bisa juga sebatas menyajikan makanan yang ringan tapi cukup mengenyangkan. Misalnya, menu batagor, burger, crepes, atau bahkan mie ayam pangsit.

Selain rasa makanan yang enak, Anda juga perlu menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan. Anda bisa mendesain eksterior dan interior sesuai dengan tema makanan yang disajikan. Atau pilih nuansa bergaya modern, sehingga pengunjung anak muda ataupun keluarga muda tertarik untuk datang.

Untuk menambah daya tarik pengunjung, Anda bisa menambah fasilitas hot spot. Jangan lupa lengkapi dengan TV, musik dan bacaan (buku, koran, majalah) untuk membuat para pengunjung senang dan merasa terhibur.

Berdamai dengan risiko
Seperti kebanyakan usaha lainnya, menjalankan bisnis mini resto ini bukannya tanpa risiko. Bahkan bisa dibilang risiko yang Anda hadapi cukup besar, yaitu para tamu tak kunjung datang atau tidak terlalu banyak. Tiga bulan pertama biasanya akan menjadi periode sangat sulit bagi para pebisnis di bidang ini.

Ketekunan dan kreativitas akan menjadi kunci utama dalam menjalankan bisnis ini. Tekun dan sabar jika memang usaha belum berjalan sesuai harapan, serta kreatif dalam berpromosi, terutama dalam tiga bulan pertama ini.

Jika berhasil, laba bersih yang diperoleh selama periode investasi (masa mencapai balik modal) sekitar 15-20 persen dari keuntungan per bulan. Bila dibandingkan dengan tingkat bunga bank, investasi ini cukup menjanjikan. Dengan catatan, Anda menjalankan usaha ini dengan hati-hati. Selamat berbisnis!

(Erma Dwi Kusumastuti)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: