Beranda > Artikel Pariwisata > Musik Simfonik Efektif untuk Dekatkan Hubungan Dua Negara

Musik Simfonik Efektif untuk Dekatkan Hubungan Dua Negara

Dirjen Pemasaran Depbudpar DR.Sapta Nirmandar mengatakan, musik simfonik memiliki nilai universal, untuk ini sangat efektif digunakan sebagai cultural diplomacy dalam rangka mendekatkan hubungan dua negara.
“Tampilnya konser simfoni Twilite Orchestra yang dipimpin oleh konduktor kenamaan Addie MS dengan tajuk Indonesia-A Touch of Harmoni di Concert Hall  Sydney Opera House,  Australia sebagai cultural diplomacy dalam rangka meningkatkan hubungan Indonesia-Australia,” kata Sapta Nirwandar dalam jumpa pers di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Jumat (3/7) sehubungan akan tampilnya  Twilite Orchestra di Sydney Opera House, Australia  pada 21 Juli  mendatang.
Sapta Nirwandar yang disampingi Paul Robilliard, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia dan Addie MS mengatakan, untuk pertama kalinya dalam sejarah sebuah orkes simfoni Indonesia tampil di Concert Hall  Sydney Opera House,  sebuah gedung konser yang bergengsi dan bertaraf internasional. Konser tersebut difasilitasi Depbudpar bekerjasama dengan Konjen RI di Sydney serta didukung oleh Kedubes Australia di Jakarta dan Australia-Indonesia Institue (AII).
Menurut Sapta, tampilnya  konser simfoni Twilite Orchestra Indonesia-A Touch of Harmoni selain akan mendekatkan hubungan kedua bangsa, diharapkan dapat mendorong motifasi para musisi muda Indonesia bahwa kita memiliki banyak musisi musik simfonik kelas dunia.
Addie MS mengatakan,  tak dapat dipungkiri bahwa seni musik simfonik beberapa tahun ini telah berkembang cukup pesat di Indonesia, antara lain ditandai oleh semakin banyak acara-acara musik di televisi,  pertunjukan langsung, maupun gubahan musik popular dan film yang dikemas dengan iringan orkes simfonik.  Musik simfonik sendiri telah menjadi lingua franca dalam dialog musik di antara berbagai bangsa modern dan menjadi  media diplomasi yang sanggup memecah ketegangan di antara dua negara serta mempererat persahabatan di atas perbedaan-perbedaan yang ada di antara mereka, katanya.
Addie memberi contoh, Boston Symphony Orchestra dari AS tampil di Uni Soviet pada tahun 1956, Philadelphia Symphony Orchestra tampil di China pada tahun 1973, dan tahun lalu New York Philharmonic Orchestra tampil di Korea Utara. Peristiwa-peristiwa tersebut telah berhasil untuk memecah kekakuan hubungan antarbangsa.(Pusformas)

Source : http://www.budpar.go.id/page.php?ic=521&id=1154

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: