Beranda > Artikel Pariwisata > Karawitan Dapat Iringi Upacara Kematian (Duhkitan)

Karawitan Dapat Iringi Upacara Kematian (Duhkitan)

Karawitan dapat mengiringi upacara kematian. “Upacara itu disebut Duhkitan atau upacara di tempat orang meninggal yang jenazahnya akan diberangkatkan menuju pemakaman,” kata pemerhati karawitan, Sukamso dalam pidato Dies Natalis Ke-45 Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta di Solo, Rabu (15/7).
Sukamso dalam pidatonya  berjudul “Mungguh Konsep Garap Seni Pertunjukan Karawitan” menyebutkan, karawitan dalam fungsi sosialnya biasanya dipertunjukkan untuk memeriahkan upacara pernikahan, khitan, atau memperingati 1.000 hari orang meninggal. Namun seni tradisional ini di Surakarta bisa diperdengarkan dalam upacara kematian.

Sajian karawitan dalam upacara dhukitan di masyarakat umum berbeda dengan di Keraton Kasunanan Surakarta. Sajian gendhing pada upacara dhukitan di lingkungan keraton menggunakan perangkat gamelan kodhok ngorek, hanya diperuntukkan pada meninggalnya raja dan keluarganya serta hanya disajikan pada saat pemberangkatan jenazah menuju ke pemakaman.
Sementara itu, untuk sajian gendhing pada upacara duhkitan di masyarakat umum (di luar lingkungan keraton) biasanya disajikan pada waktu meninggalnya para seniman karawitan tari, karawitan pedalangan, wayang orang, budayawan, dan teater dengan menggunakan ensambel gamelan gadhon.Untuk acara itu baik dalam karawitan hidup (live) maupun berupa kaset rekaman dan gendhing,  menurut Sukamso seperti ditulis Antara , disajikan sejak awal upacara duhkitan dimulai sebelum para pelayat datang hingga pemberangkatan jenazah ke pemakaman. Gending yang biasa disajikan adalah gending-gending garap rebab dan vokal minir, sajian irama dadi tempo (laya) lambat, garap kendang setunggal, dan volume sajian (vokal dan instrumen) lirih dalam ansambel gadhon. Dipilihnya gending-gending garap minir dengan segala aspek garapnya seperti itu adalah dimungkinkan dengan suasana duka/ suasana kesedihan pada upacara dhukitan.

Source : http://www.budpar.go.id/page.php?ic=511&id=5019

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: