Beranda > Artikel Pariwisata > Mengintip “7 Bidadari” di Sumowono

Mengintip “7 Bidadari” di Sumowono

KOMPAS.com – Konon, sejumlah bidadari pernah mampir untuk mandi di sebuah jurug atau air terjun di Dusun Keseneng, Desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Ya, wajar saja para bidadari tersebut tertarik ke air terjun tiga susun setinggi sekitar 10 meter tersebut karena airnya jernih, segar, dan udaranya sejuk.

Mitos perempuan cantik berambut panjang dari kayangan mengiringi cerita keindahan air terjun yang oleh warga sekitar disebut sebagai “Tujuh Bidadari”. Cerita turun-temurun ini memang layak mewakili kesegaran air yang jatuh dari sela-sela batu Kali Banteng tersebut. Air terjun yang terletak di sebelah barat Obyek Wisata Bandungan ini masih alami. Jalan setapak tanah yang berada di antara rindangnya pohon bambu mengantarkan perjalanan menuju lokasi air terjun.

Jurug Bali atau Air Terjun Tujuh Bidadari di Desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Jurug Bali atau Air Terjun Tujuh Bidadari di Desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Air terjun tiga susun dengan ketinggian sekitar tiga meter masing-masing ini dikelilingi pohon dengan pemandangan terasering persawahan. Tidak jauh dari tempat itu, gemericik air di pertemuan dua sungai, yaitu Kali Beringin dan Kali Banteng, memecah kesunyian.

Semua itu merupakan sebuah perpaduan yang pas bagi penyuka jalan-jalan, sepeda gunung, dan fotografi. Lokasi yang tenang tanpa bising dan polusi kendaraan atau sesaknya pedagang kaki lima membantu menghilangkan penat dari rutinitas. Mungkin juga, kawasan ini bisa menjadi jawaban atas kebosanan setelah mengunjungi sejumlah tempat wisata di Lereng Gunung Ungaran.

Untuk sampai ke lokasi memang perlu tenaga ekstra dengan bertanya kepada penduduk sekitar karena memang belum ada papan informasi menuju ke sana. Akses jalan yang mulus menuju Dusun Keseneng cukup untuk mobil pribadi atau roda dua dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Warga dusun itu tentunya akan dengan senang hati menunjukkan jalan menuju air terjun yang kira-kira lima menit perjalanan dengan kendaraan. Selepas dusun, akses jalan memang masih berupa batu dan tanah.

Hanya dibutuhkan 200 langkah kaki orang dewasa untuk sampai ke lokasi dari tempat parkir kendaraan. “Di sini memang belum ada tempat parkir dan tiket masuk untuk wisatawan,” ujar Dul Ngadi, Kaur Kesra Desa Keseneng. Alasan Dul Ngadi (54) mempromosikan air terjun “Tujuh Bidadari” adalah untuk mengenalkan potensi desanya sekaligus mendorong kesejahteraan warga melalui pariwisata. Dia berharap, infrastruktur jalan dari dusun ke air terjun akan diperbaiki.

Yossiady dari Departemen Pariwisata Kabupaten Semarang yang menyurvei lokasi tersebut mengatakan, air terjun “Tujuh Bidadari” akan menjadi tempat wisata baru yang potensial. “Adanya air terjun ini diharapkan bisa memajukan salah satu desa tertinggal dan menjadi mandiri,” ujar Yosi. (Mahendra Yasa)

Source : http://travel.kompas.com/read/2010/03/08/16414560/Mengintip.Tujuh.Bidadari.di.Sumowono

  1. Nietha
    Januari 16, 2011 pukul 5:50 am

    Bner bgd lhooo
    cuRug 7 bidadariii maNx kEreN bgd.
    Ap lg kaLo tmEnd” suka foto2.
    BaCkground’na aer trjun 7 bidadarii wuichhh
    ajiiibbbb
    ruMahku juga deket lhuw dr aer trjun 7 bidadari.
    SiLahkan b’wisata k aer trjun 7 bidadari.
    Djamin gag nyeseL dEch (“,)

  2. Novel
    Februari 25, 2011 pukul 4:55 am

    Okey Nietha…
    kapan2 klo kesana temenin yach… hehehe

  3. miftakh
    November 17, 2011 pukul 5:12 am

    bangga desaQ punya potensi wisata……………..
    harus d jaga sebaek mungkin kelestariannya……..

  4. andy winarno
    April 2, 2012 pukul 1:17 pm

    ada homestaynya ndak?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: