Beranda > Wisata Jogja > Hanya Sedikit Museum Jogja Yang Ramai

Hanya Sedikit Museum Jogja Yang Ramai

Belum semua museum yang ada di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tujuan wisata pelajar, dan hanya sebagian di antaranya yang dikunjungi pelajar saat libur sekolah.
“Saat ini memang museum di DIY belum menjadi bagian dari kunjungan wisatawan pelajar. Dari 28 museum di provinsi ini, hanya beberapa museum yang selalu ramai dikunjungi pelajar,” kata Humas Badan Musyawarah Museum (Barahmus) DIY Bambang Widodo di Yoggyakarta, Sabtu.
Ia mengatakan sejumlah museum yang selalu ramai dikunjungi pelajar antara lain Museum Jogja Kembali (Monjali), sejumlah museum di lingkungan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, museum Dirgantara TNI Angkatan Udara, dan sebagainya.

Padahal, keberadaan museum tidak hanya sekedar menyimpan barang-barang kuno dan bersejarah sebagai koleksi, namun juga merupakan tempat penelitian, pendidikan, riset dan sebagai objek wisata.
“Jadi, jumlah kunjungan ke museum terutama dari kalangan pelajar dinilai masih memprihatinkan,” katanya.
Karena itu, kata dia, Barahmus DIY menggelar kegiatan dengan mengundang para guru serta siswa agar berkunjung ke beberapa museum.

“Dengan kunjungan itu, mereka memiliki pengetahuan dan apreasiasi tentang museum,” katanya.
Menurut dia, selama ini sebagian masyarakat beranggapan museum hanya sebagai gudang untuk menyimpan barang rongsokan dan usang, sehingga mereka menilai tidak menarik dikunjungi. Apalagi sebagai tujuan wisata.
“Padahal, melalui museum bisa ditelusuri perkembangan sejarah dan budaya peradaban manusia, serta kehidupan seorang tokoh. Museum merupakan gudang ilmu yang bisa digali secara terus menerus,” katanya.
Kepala Bidang Operasional Museum Jogja Kembali (Monjali), Benny Sugito mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan persiapan guna menyambut musim libur sekolah tahun ini..
Persiapan yang dilakukan di antaranya dengan membenahi dan menata kembali ruang pamer serta menambah arena bermain bagi pengunjung dan anak-anak. Di dalam bangunan monumen yang berbentuk kerucut itu terdapat museum perjuangan, diorama perang gerilya para pejuang kemerdekaan RI, serta peninggalan beberapa senjata sisa perang kemerdekaan, termasuk diorama perang gerilya yang dilakukan Panglima Besar (Pangsar) Jenderal Soedirman.
Selama ini Monjali memang identik dengan wisata pendidikan dan wisata keluarga. Pengunjung biasanya tidak hanya datang dari wilayah Jawa Tengah dan DIY, namun banyak pengunjung dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, baik saat libur sekolah maupun liburan lainnya.

Ia memperkirakan jumlah wisatawan pelajar pada saat libur sekolah tahun ini meningkat dibanding tahun lalu, karena pihak pengelola berusaha memberikan pelayanan sebaik mungkin dengan membenahi fasilitas di Monjali.
“Dengan pelayanan dan fasilitas yang memadai, wisatawan lebih nyaman saat menikmati suasana liburan,” katanya.
Menurut dia, monumen yang dikelolanya sejak awal memang fokus untuk kunjungan wisata pendidikan, dengan harapan anak didik dari SD hingga SMU bahkan kalangan mahasiswa bisa datang, sekaligus menggali informasi dari beberapa objek yang ada.

Source : http://jogjanews.com/2009/05/31/hanya-sedikit-museum-jogja-yang-ramai/

Kategori:Wisata Jogja
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: