Beranda > Artikel Pariwisata > Dino: Diplomat Indonesia Kurang Gaul

Dino: Diplomat Indonesia Kurang Gaul

Duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat yang baru, Dino Patti Djalal, mengaku bahwa duta Indonesia di kancah diplomasi dunia masih kurang bergaul. Dia menganggap hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi dirinya ketika menjabat nanti.

“Diplomasi kita masih seperti di jaman Presiden Soeharto, kaku, sehingga sulit bergaul,” ujarnya semalam.

Dia berharap Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di New York yang dipimpinnya nanti menjadi pusat pelobi pemerintah Obama oleh Indonesia. Tujuannya adalah agar Indonesia juga memiliki posisi menentukan dalam pembentukan kebijakan di Amerika.

Untuk itulah, menurutnya, diperlukan gaya diplomasi baru yang mengutamakan pembentukan jaringan ketimbang hanya sebagai perwakilan saja. “Inilah yang akan menjadikan diplomasi kita handal, dengan menjalin koneksi,” jelasnya.

Dino juga menambahkan, bahwa Indonesia mempunyai banyak potensi untuk dijual, tinggal bagaimana diplomatnya dapat menjualnya dengan baik. Menurutnya selama ini sebagian besar pidato diplomat Indonesia datar dan tidak inspiratif, sehingga tidak memberikan pengetahuan apa-apa mengenai Indonesia pada dunia luar.

“Diplomat harus memikirkan cara yang kreatif untuk menjual Indonesia. Kita mempunyai tiga aset utama sebagai unggulan: Kita adalah negara demokrasi ketiga terbesar dunia, berpenduduk muslim terbanyak, dan kita adalah super power lingkungan dengan hutan tropis yang luas. Indonesia jelas punya bobot,” jelasnya.

Salah satu cara untuk mempromosikan Indonesia adalah dengan membuat logo yang mudah diingat semua orang, seperti Malaysia dengan Truly Asia-nya. Indonesia, menurut Dino, belum mempunyai country branding seperti ini karena Indonesia tidak pernah konsisten dengan logonya.

“Setidaknya logo itu harus tiga tahun dipertahankan, sehingga bisa diingat orang. Pembuatan logo ini tidak mahal kok,” tegasnya.

Agenda lainnya saat dia menjabat adalah menjamah daerah-daerah di Amerika Serikat yang saat ini belum terjamah oleh duta besar dari Indonesia. Diantaranya adalah Hollywood dan Wallstreet. Menurutnya, ini adalah peluang yang terbuka lebar yang siap diraih.

“Indonesia kini harus melihat peluang. Kita harus meninggalkan pola pikir lama yang tidak ingin didikte, yang pada akhirnya membuat kita tidak percaya diri dan peluang hilang begitu saja,” ujarnya.

Source : http://id.news.yahoo.com/viva/20100902/twl-dino-diplomat-indonesia-kurang-gaul-cfafc46.html

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: